10 September 2019, 14:30 WIB

Tujuh Helikopter Waterbombing Padamkan Karhutla di Sumsel


Dwi Apriani | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi

SATUAN tugas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra Selatan  tidak pernah istirahat dalam upaya memadamkan kebakaran di wilayah tersebut. Hingga saat ini, satgas darat dan udara masih berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan yang terus-menerus menerpa di sejumlah daerah di wilayah Provinsi Sumsel.

"Tujuh unit helikopter dikerahkan untuk melakukan pengeboman air atau Water Bombing di daerah yang hingga saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan", kata Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, Selasa (10/9).

Ia menyebut daerah-daerah yang saat ini masih terdapat karhutla tersebut ada di Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, OKI, Ogan Ilir (OI) dan Muratara.

Menurutnya, selain pemadaman difokuskan melalui jalur udara dengan waterbombing, pemadaman karhutla juga intensif dan maksimal dilakukan melalui jalur darat.

"Tim Satgas Gabungan Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni (MA), BNPB, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) dibantu RPK Perusahaan dan tim terpadu lainnya bersama-sama berjibaku padamkan api untuk mencegah meluasnya areal karhutla di sejumlah wilayah Sumsel tersebut", ujarnya.

Ia mengakui, sarana dan prasarana peralatan pemadaman seperti alat berat (excavator), mobil pemadam (Damkar) dan mesin pomba air turut dikerahkan. Bahkan tim Satgas darat juga membuat sekat dan kanal agar api di lokasi karhutla tidak merambat. Walaupun sebagian lokasi karhutla dapat dipadamkan, kata dia, namun petugas satuan tugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di lahan yang masih terbakar.

baca juga: Masyarakat Gelar Ruwatan Gunung Tangkuban Parahu

Sementara itu, Tim Satgas Terpadu dibantu Babinsa dan Babinkamtibmas terus meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan.

"Tak hanya itu, pada hari ini Kodim 0402/OKI juga menggelar Doa dilanjutkan salat Istisqo bersama para santri pondol pesantren dan masyarakat sekitar di wilayah tersebut," tandasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT