10 September 2019, 14:00 WIB

Puluhan Ribu Warga Dapat Nasi Jangkrik Pada Tradisi Buka Luwur


Akhmad Safuan | Nusantara

Antara
 Antara
Puluhan ribu orang antri menunggu pembagian nasi jangkrik dalam acara tradisi buka luwur (kelambu) makam Sunan Kudus, 

PULUHAN ribu warga padati Masjid Menara, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah untuk mendapatkan nasi jangkrik dalam acara tradisi buka luwur (kelambu) makam Sunan Kudus, Selasa (10/9). Pembagian nasi jangkrik secara gratis ini menjadi daya tarik wisatawan lokal. Ribuan warga sejak dini hari sudah memadati lokasi yang menjadi tempat pembagian nasi jangkrik di sebelah timur Masjid Menara, Kudus. Bahkan semakin siang jumlah warga yang datang semakin banyak, hingga membentuk antrean sepanjang satu kilometer.

Tradisi buka luwur (kelambu) makam Sunan Kudus dan pembagian nasi jangkrik menarik perhatian ribuan puluhan ribu pengunjung. Jika tahun lalu jumlah nasi jangkrik sebanyak 20 ribu bungkus, kini meningkat hingga 22 ribu bungkus yang dibagikan kepada warga yang datang.

Puluhan ribu warga yang datang secara khusus sejak beberapa hari lalu, rata-rata sengaja ikut serta dalam antrean untuk mendapat nasi jangkrik yang dipercaya mempunyai berkah.

"Saya sudah di sini sejak dua hari lalu, karena ingin mendapat pembagian nasi jangkrik," kata Riyanto,58 warga Pekalongan.

Hal senada juga diungkapkan Sigit,67, warga Rembang, Jawa Tengah. Bahkan tradisi buka luwur Sunan Kudus setiap tahun cukup menarik perhatian. Rata-rata para pengunjung yang ingin mendapatkan nasi jangkrik lebih dari dua kali datang. Mereka rela antre bersama keluarga sejak dua hari sebelum pelaksanaan.

Humas buka luwur Menara Kudus, Wildan Hakiki mengatakan jumlah nasi jangkrik yang disiapkan tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yakni 22.000 bungkus. Setiap tahun jumlah warga yang datang terus meningkat untuk mengikuti ritual buka luwur ini. Untuk memasak nasi jangkrik sebanyak itu, ujar Wildan, dibutuhkan 7,28 ton beras, 13 ekor kerbau dan 83 kambing dengan juru masak sebanyak 110 orang.

"Para juru masak berasal dari para relawan tersebut memasak sampai lima kali," imbuhnya.

baca juga: Orang Tidak Punya Imajinasi Hidup Baik Picu Korupsi

Semya bahan untuk menyiapkan nasi jangkrik ini, lanjut Wildan, berasal dari sumbangan berbagai pihak. Baik itu berupa beras, hewan ternak hingga uang, sehingga secara keseluruhan telah siap tersedia sebelum memulai kemasak sehari lalu. (OL-3)

BERITA TERKAIT