10 September 2019, 13:25 WIB

Indonesia Perkuat Hubungan dengan UEA di Tengah Perang Dagang


Akhmad Mustain | Internasional

Dok WORLD DUBAI EXPO
 Dok WORLD DUBAI EXPO
Kepala Bekraf Triawan Munaf (kedua dari kiri) saat groundbreaking Paviliun Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab

SITUASI perdagangan global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, telah memberikan tantangan bagi Indonesia untuk memperbesar dan membuka pasar ekspor. Salah satunya memperkuat hubungan dagang dengan Uni Emirat Arab (UEA).

"Pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian khusus dalam membina dan memperkuat hubungan perdagangan dengan UEA. Tidak hanya kami akan memperketat jaringan, tetapi juga untuk mendapatkan saling menguntungkan yang akan memperdalam hubungan kami bersama," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward saat menggelar pertemuan bisnis dengan pengusaha UAE di Dubai, Senin (9/9) malam waktu setempat.

Menurut Dody, penguatan bisnis Indonesia-UEA harus segera digagas. Pasalnya, perdagangan global saat ini menghadirkan tantangan besar dengan lebih banyak proteksionisme, tindakan sepihak, dan langkah-langkah hukuman yang mengarah pada perang perdagangan.

"Karenanya, saya sangat menghargai resepsi bisnis yang diadakan hari ini. Itu merupakan salah satu upaya untuk menekankan saling pengertian dan mewujudkan ikatan ekonomi yang lebih kuat antara UEA dan Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Ajak Pengusaha UEA Hadiri Trade Expo Indonesia 2019

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk 266 juta orang dengan demokrasi stabil, lebih dari 500 kelompok etnik berbicara lebih dari 700 bahasa lokal dan dialek di lebih dari 17.000 pulau.

Lebih lanjut diproyeksikan bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada 2030 dan ke-4 pada 2050.

"Untuk mewujudkan semua potensi ini, Pemerintah Indonesia terus melakukan reformasi dan membuka perekonomian untuk menanggapi tantangan saat ini dan masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Selain itu, Indonesia jelas merupakan gerbang yang sangat solid dan menjanjikan untuk mengakses pasar Asia.

"Indonesia adalah pilihan yang tepat untuk Anda pertimbangkan sebagai pusat regional bisnis Anda," kata Triawan kepada para pebisnis di Dubai.

Dari data Badan Pusat Statistik total nilai perdangan Indonesia-UEA mencapai US$3,3 miliar pada 2018. Komoditas nonmigas mendominasi dengan nilai mencapai US$2,2 miliar sedangkan migas US$1,1 miliar.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk UEA Hussain Bagis, hubungan kedua negara akan makin kuat ke depan, baik secara budaya ataupun ekonomi.

"Sejak Presiden Joko Widodo datang ke UEA pada 2015 dan dibalas oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Muhammad ke Indonesia, semua urusan menjadi lebih mudah bagi Indonesia di Dubai. Saya yakin hubungan kedua negara ke depan akan lebih kuat dan lebih dekat," tuturnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT