10 September 2019, 12:58 WIB

Terlapor Banyak tidak Hadir, Sidang Kartel Penerbangan Ditunda


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA/Ismar Patrizki
 ANTARA/Ismar Patrizki
Dua petugas mengisi bahan bakar ke pesawat milik salah satu maskapai penerbangan, di Bandara Soekarno-Hatta

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menunda agenda sidang awal terkait dugaan kartel tiket pesawat yang melibatkan tujuh maskapai sekaligus.

Ketua KPPU sekaligus Ketua Majelis Komisi, Kurnia Toha, mengatakan sidang ditunda hingga Selasa (17/9).

"Karena tidak dihadiri seluruh terlapor, sidang ditunda untuk dilanjutkan pada Selasa (17/9) pukul 10.00 WIB di ruang sidang kantor KPPU Jakarta," ucap Toha seraya mengetok palu tanda penutupan sidang, Jakarta, Selasa (10/9).

Tujuh pihak terlapor yakni PT Garuda Indonesia; PT Citilink Indonesia; PT Sriwijaya Air; PT Nam Air; PT Batik Air Indonesia; PT Lion Mentari, dan PT Wings Abadi.

Dari tujuh terlapor itu, yang hadir di sidang hanyalah kuasa hukum PT Batik Air Indonesia dan PT Lion Mentari.

Baca juga: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga

Sebelum menutup sidang, Toha meminta panitera memberikan surat undangan kepada tujuh pihak terlapor secara patut untuk menghadiri sidang pada Selasa (17/9) mendatang.

Ditemui seusai menutup sidang, Toha mengatakan ada satu pihak terlapor yang sebelumnya menyampaikan tidak bisa hadir dalam persidangan. Sementara pihak lainnya tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

"Ada yang ketika dikonfirmasi belum menerima undangannya, tapi sudah ada tanda terima bahwa itu diterima, mungkin terselip," tutur Toha.

Namun, Toha meyakini para pihak terlapor akan menghadiri sidang pada pekan depan.

"Saya percaya para terlapor akan datang, mungkin masih ada hambatan, kita berpikir positif saja," tandasnya.

Diketahui, sebelumnya KPPU menemukan adanya dugaan pelanggaran pasal 5 dan 11 Undang Undang nomor 5 tahun 1999 tentang Jasa Angkutan Niaga Berjadwal Penumpang Kelas Ekonomi Dalam Negeri yang dilakukan tujuh maskapai tersebut. (OL-2)

BERITA TERKAIT