10 September 2019, 11:38 WIB

Pemprov Jabar belum Tentu Tambah Subsidi Kenaikan Premi BPJS


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan pihaknya belum tentu akan menambah subsidi untuk masyarakat tidak mampu jika pembayaran premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami kenaikkan. Menurut dia, pemerintah tidak harus selalu menambah subsidi jika hal itu benar-benar terjadi.

Emil menegaskan, penambahan subsidi pembayaran BPJS Kesehatan ini akan berdampak terhadap kondisi APBD. Terlebih jika kemampuan keuangan daerah itu tidak mencukupi.

"Kita harus hitung APBD berapa. Jadi enggak semata-mata tiap iuran naik, pemerintah harus subsidi," kata Emil di Bandung, Selasa (10/9).

Namun, menurut Emil, kenaikkan premi BPJS Kesehatan tidak menjadi persoalan selama untuk perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, menurut dia belum tentu ada asuransi kesehatan swasta yang lebih murah dan bisa menjamin semuanya.

"Kan ujungnya masyarakat tercover kesehatan. Karena kalau (premi) BPJS dinaikkan, tanya aja apakah ada asuransi yang lebih murah dengan kualitas lebih tinggi," katanya.

baca juga: Kecamatan Sadu Terparah Dalam Karhutla di Jambi

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya rencana kenaikkan premi BPJS Kesehatan itu.

"Intinya kita sedang mengkaji opsi-opsi untuk masyarakat," katanya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT