10 September 2019, 11:25 WIB

Kecamatan Sadu Terparah Dalam Karhutla di Jambi


Antara | Nusantara

Antara
 Antara
Pemkab Tanjung Jabung Timur, Jambi meliburkan anak-anak sekolah dasar akibat pekatnya asap karhutla. 

LAHAN seluas 488 hektar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi terbakar sejak musim kemarau melanda provinsi itu. Camat Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Frans Afrianto mengatakan dari sebelas kecamatan di kabupaten itu, luasan lahan yang terbakar terbanyak di Kecamatan Sadu. Yakni dari 488 hektar lahan yang terbakar, 255 hektar di antaranya ada di Kecamatan Sadu.

"Kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut sudah terjadi sekitar sepekan lalu, hingga saat ini belum berhasil dipadamkan," kata Frans Afrianto di Tanjung Jabung Timur, Selasa (10/9).

Di kecamatan itu, saat ini ada tiga titik api yang terpantau yakni di Desa Baku Tuo, Desa Sungai Sayang, dan Desa Air Hitam Laut. Di Desa Baku Tuo merupakan yang terparah, bahkan kebakaran hutan dan lahan sudah mendekati permukiman warga. Karhutla yang terjadi di kecamatan itu dimulai sejak satu bulan yang lalu. Meski titik api sempat padam karena diguyur hujan pada beberapa waktu lalu. Namun karena di kawasan itu merupakan lahan gambut, sejak hujan tidak lagi turun titik api bermunculan kembali di daerah itu.

"Titik api di lokasi Karhutla seakan tidak ada habisnya. Ketika tim pemadam tengah melakukan proses pendinginan di salah satu titik api, muncul lagi titik api yang baru di satu hamparan yang sama dan begitulah seterusnya," kata Frans Afrianto.    

baca juga: Malaysia Tawarkan Pemadaman Karhutla di Indonesia

Meski sempat dibantu oleh water bombing, namun usaha tersebut seakan tidak cukup membantu. Hal ini dikarenakan cukup tebalnya lapisan gambut, ditambah dengan angin yang cukup kencang di lokasi karhutla. Kabut asap pekat menyeliputi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga pemerintah daerah harus mengambil kebijakan meliburkan sekolah dasar di wilayah itu. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT