10 September 2019, 13:45 WIB

Dinamika Golkar Menjelang Munas Masih Wajar


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Pengamat Politik CSIS Arya Fernandez

DINAMIKA yang berkembang di tubuh Partai Golkar menjelang pelaksanaan Munas masih tergolong wajar.

Tarik-menarik kepentingan antara kelompok yang ingin memajukan pelaksanaan Munas atau kelompok yang ingin pelaksanaan Munas dilakukan pada Desember 2019 sesuai aturan dianggap masih dalam koridor normal demokrasi di internal Golkar.

Termasuk aksi saling tuding dan serang antara kubu pendukung Calon Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Kubu Bambang Soesatyo merupakan dinamika yang biasa di internal partai beringin.

"Sejauh ini yang kita tangkap dinamikanya adalah dinamika demokrasi biasa yang masih dalam tahap wajar. Dan jangan lupa Golkar punya tradisi yang sangat lama dan terlatih untuk mengelola konflik internalnya, yang keras sekali pun mereka bisa selesaikan," kata Pengamat Politik CSIS Arya Fernandez kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/9).

Baca juga: Ketua Golkar Miliki Hak Veto Ambil Kebijakan

Arya menjelaskan, meski demikian, pengalaman Golkar pada 2014 yang menimbulkan benturan sangat keras sampai menimbulkan dualisme kepemimpinan harus menjadi pelajaran berarti bagi Golkar saat ini.

"Jika kondisi Golkar saat ini relatif kondusif tentu saja harus dijaga meskipun kompetisi menjelang Munas yang memang harus terjadi sebagai bagian dari dinamika demokrasi tetapi jangan sampai menubulkan perpecahan dan friksi yang keras," lanjut Arya.

Mencermati dua kandidat yang menonjol menuju kursi Golkar 1, lanjut dia, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

"Kalau kita bicara Pak Airlangga beliau menteri dan pasti dekat dengan kekuasaan atau presiden tentu jadi point penting tetapi Pak Bamsoet juga punya jaringan kelompok aktivis yang relatif luas. Tinggal DPD I dan II Golkar menentukan figur mana yang bisa menjawab tantangan Golkar ke depan, kita kembalikan ke kader Golkar sendiri," ungkap Arya. (OL-2)

BERITA TERKAIT