10 September 2019, 08:40 WIB

BKKBN dan Kodam IV Diponegoro Canangkan TNI Manunggal KB


Djoko Sardjono | Nusantara

Mi/Djoko Sardjono
 Mi/Djoko Sardjono
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Mochamad Effendi menya anak-anak di Desa Kemudo, Klaten, saat pencanangan TNI Manunggal KB, Senin (9/9). 

UNTUK menyukseskan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga, BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama Kodam IV/Diponegoro mencanangkan TNI Manunggal KB Kesehatan di lapangan Desa Kemudo, Prambanan, Klaten, Senin (9/9).

Pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan tingkat provinsi tersebut, merupakan rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-74 TNI dan HUT ke-69 Kodam IV/Diponegoro. Acara ini dihadiri Pangdam Mayjen TNI Mochamad Effendi, Kepala BKKBN Jawa Tengah Wagino, dan Bupati/Walikota se-Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan adalah salah satu bentuk kepedulian dan kontribusi nyata TNI, khususnya Kodam IV/Diponegoro, guna menyukseskan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.

Diungkapkan, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa bakti sosial TNI di berbagai bidang dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan yang langsung menyentuh kepentingan atau kebutuhan masyarakat.

"Itulah yang mendasari Kodam IV/Diponegoro menjalin kerja sama dengan BKKBN mencanangkan TNI Manunggal KB Kesehatan. Yaitu untuk mendukung program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga yang digalakkan pemerintah daerah," jelasnya.

Berbagai hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program tersebut, menurut Effendi, perlu mendapat perhatian dan dicarikan solusi yang komprehensif. Sehingga pencapaian sasaran TNI Manunggal KB Kesehatan bisa optimal.

Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino mengharapkan melalui kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan dapat mendorong masyarakat, menjadi peserta dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan keluarga. Untuk itu, Kodam IV/Diponegoro juga diharapkan dapat memberikan bantuan antara lain berupa tenaga medis, tenaga penggerak, serta sarana dan
prasarana kesehatan sesuai dengan batas kemampuan TNI.

baca juga: Enam Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air

"Kami menyadari bahwa petugas lapangan KB tidak dapat bekerja sendiri.Sehingga harus menggandeng Babinsa sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat," katanya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT