10 September 2019, 10:15 WIB

NasDem Patahkan Dominasi Golkar di Makassar


LN/TB/DY/SL/FB/N-1 | Nusantara

MI/Lina Herlina
 MI/Lina Herlina
Pelantikan Anggota DPRD Makassar, NasDem Patahkan Golkar Sebagai Ketua Dewan

KURSI Ketua DPRD Kota Makassar periode 2019-2024 akan diduduki legislator Partai NasDem Rudianto Lallo setelah meraih kursi terbanyak, yaitu 5.694 suara. Dengan demikian NasDem mampu mematahkan dominasi Golkar yang selama ini dikenal punya basis kuat di Ibu Kota Sulawesi Selatan tersebut.

Partai NasDem pada periode ini memperoleh enam kursi di dewan atau meningkat 50% bila dibandingkan dengan periode 2024-2029 yang hanya empat kursi. Mereka yang terpilih adalah Rudianto Lallo, Mario David, Irwan Djafar, Supratman, M Yahya, dan Ari Ashari Ilham.

Rudianto mengatakan akan bekerja maksimal sesuai amanah sebagai wakil rakyat dalam upaya memajukan pembangunan di Kota Makassar. "Kami akan menjalankan tugas dewan secara maksimal dengan niat tulus dan ikhlas dalam mengemban amanah dan tanggung jawab yang mulia ini demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan rakyat," katanya di sela pelantikan 50 anggota DPRD Kota Makassar periode 2019-2024, kemarin.

Ketua DPC Partai NasDem Kota Makassar Andi Rachmatika Dewi mengimbau kepada para wakil rakyat itu agar dalam menjalankan tugas berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat. "Anggota DPRD Makassar, khususnya Fraski NasDem harus berada di garda terdepan dalam mengawal aspirasi masyarakat dan membela kepentingan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Palu, Sulawesi Tengah, Muslimun mengatakan, Fraksi NasDem akan mengawal tiga hal penting setelah semua kadernya dilantik. Pertama, memaksimalkan fungsi anggaran bagi proses pembangunan Kota Palu yang transparan, tepat sasaran, dan fokus pada belanja modal pemulihan layanan dasar. Kedua, pemenuhan hak-hak keper-dataan warga penyintas, dan ketiga proyeksi standar bangun kembali infrastruktur sesuai SNI.

Di sisi lain, pelantikan 55 anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) diwarnai unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kalsel. Mereka mendesak para wakil rakyat periode 2019-2024 agar memperjuangkan penolakan tambang di Pegunungan Meratus. (LN/TB/DY/SL/FB/N-1)

BERITA TERKAIT