10 September 2019, 07:50 WIB

Lebih Seribu Petugas Awasi Ganjil Genap


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
 MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Polisi menghentikan kendaraan roda empat berplat genap di Jalan RS. Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

PERLUASAN ganjil genap terbukti efektif mengurangi kemacetan. Misalnya di Jalan Suryapranoto, Jakarta Pusat hingga Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat yang biasanya padat dan macet kini mulai lancar.

"Tadi saya lihat pukul 08.00 WIB itu memang cukup landai dan lancar. Artinya efektif pada ruas yang terkena gage (ganjil genap)," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammmad Nasir di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/9).

Sebaliknya, di ruas jalan yang tidak kena gage menjadi lebih padat. Contohnya di jalan Antasari, Jakarta Selatan. "Banyak pengendara mobil memilih rute Jalan Antasari untuk menghindari gage di Jalan Fatmawati," jelasnya.

Begitu pula dengan kawasan Grogol dan Roxy. Pengemudi mobil memilih melintasi kawasan Grogol dan Roxy untuk menghindari gage di Jalan Tomang Raya.

"Itu efek balon. Jadi, kalau dipencet sini, sebelah sana yang melembung. Itu namanya efek dari kebijakan," lanjutnya.

Perluasan kebijakan gage berlaku hari ini di 25 titik ruas jalan Jakarta. Gage berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Pelanggar akan dikenakan hukuman penjara dan denda Rp500 ribu menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Oleh karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerjunkan 1.061 petugas pada hari pertama perluasan kebijakan gage.

"Titik penempatan yang paling dominan adalah ujung pintu masuk ganjil-genap, antara lain Cawang, Jalan DI Panjaitan, Fatmawati, dan Tomang," jelas Nasir.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, sejak pukul 06:00 WIB, sudah terlihat anggota Dinas Perhubungan yang telah berjaga di ujung Jalan Pramuka, tepatnya di bawah fly over Pemuda.

Menurut Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan, pihaknya menerjunkan 161 personil yang tersebar di Jalan Ahmad Yani sampai UKI Cawang, Pancoran juga Tebet.

Tidak Efektif Kurangi Polusi

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI, Wibi Andrino menuturkan perluasan aturan gage belum bisa mengurangi polusi udara di Jakarta.

"Menurut saya, solusi ganjil genap belum bisa mengatasi polusi udara. Ini malah hanya menimbulkan budaya baru, yaitu komsutif membeli kendaraan lagi," ujar Wibi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/9).

Wibi mengaku dirinya menerima keluhan bahwa ada warga yang kesulitan ke rumah sakit saat ada aturan gage. "Dokter-dokter mengadu bahwa mereka kesulitan ke rumah sakit. Ini kan sangat bahaya. Apa mereka juga harus naik angkutan umum sementara para dokter berkejaran dengan waktu ? So what's the point aturan ini?" kata Wibi.

Fraksi NasDem, kata Wibi, berpendapat kebijakan Electronic Road Pricing dan peningkatan kualitas transportasi umum sebagai solusi," tandas Wibi. (Ins/Tri/J-2)

BERITA TERKAIT