10 September 2019, 08:20 WIB

Daerah Minta Audisi Bulu Tangkis Tetap Jalan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

MI/Rahmatul Fajri
 MI/Rahmatul Fajri
Dua peserta U11 Putri, mendapatkan pengarahan dari wasit jelang mengikuti Tahap Turnamen Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019.

DAERAH minta program  Beasiswa Audisi Bulu Tangkis Djarum tetap dilanjutkan karena selama ini sudah membantu pembinaan bulu tangkis di Tanah Air dan banyak melahirkan atlet-atlet yang mampu menjadi juara dunia.

Permintaan itu disampaikan secara terpisah oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Wahyu Budi Saptono, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, dan sejumlah pelatih bulu tangkis dari Kebumen, Boyolali, dan Purwokerto.

Mereka juga mengaku tidak melihat adanya eksploitasi anak dalam program pencarian talenta tersebut.

"Pembinaan atlet tidak akan cukup jika hanya mengandalkan pemerintah. Sebab itu, saya mendorong agar audisi itu tetap berjalan. Ketika hendak meluncurkan program pembinaan atlet Jawa Tengah, saya mencanangkan satu perusahaan satu cabang olahraga," ujar Ganjar di Semarang, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Menpora Imam Nahrawi. "Saya ingin audisi terus berjalan karena kami (Kemenpora) telah mendalami bahwa tidak ada soal terkait eksploitasi anak. Kalau itu pun terjadi, tentu sudah dilakukan penanganan oleh pihak kepolisian," ujar Imam.

Pemandu bakat PB Bintang Jaya Kebumen, Aris Amaluddin, 45, mengkhawatirkan prestasi bulu tangkis Indonesia akan mandek jika audisi Djarum dihentikan.

"Tidak ada hubungannya soal rokok, soal bisnis. Ini murni untuk berprestasi melalui PB Djarum," kata Aris ketika ditemui di sela audisi umum bulu tangkis di Purwokerto.

Audisi Bulu Tangkis Beasiswa Djarum memang melahirkan pebulu tangkis top dunia, seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo. Pebulu tangkis ganda putra peringkat satu dunia bersama Marcus Fernaldi Gideon itu jebolan audisi umum Djarum pada 2007.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal PB PBSI Achmad Budiharto mengaku prihatin, sedih, dan marah karena tiang besar penopang pembinaan bulu tangkis di Tanah Air mau dipotong.

"Kami sangat menyayangkan. Sebetulnya mau apa mereka, Sampai sekarang PBSI belum mendapatkan dukungan dari peran swasta lainnya," ujarnya saat jumpa pers di GOR Satria, Purwokerto.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto sangat menyayangkan keputusan PB Djarum menghentikan audisi umum tahunan untuk mencari bibit-bibit muda bulu tangkis Indonesia.

"Saya hanya meminta untuk tidak lagi menggunakan nama Djarum pada seleksi yang melibatkan anak-anak. Jangan terlalu mencolok logonya," kata Susanto di Gedung Metro TV, kemarin.

 

Respons warganet

Menyusul keputusan PB Djarum menghentikan audisi atlet bulu tangkis sebagai dampak imbauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), warganet ramai-ramai merundung KPAI dengan menaikkan tagar #bubarkanKPAI. Setidaknya sampai pukul 12.51 WIB kemarin, tagar tersebut menempati trending teratas di Twitter dengan 33.000 cicitan.

'Peran Djarum jauh lebih besar drpd @KPAI_official dalam hal membina prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Saya lebih setuju KPAI saja yg dibubarkan drpd menghentikan program Djarum dlm membina anak2 menjadi atlit bulu tangkis', tulis akun Twitter @lusiHQ. (Tim Media/X-7)

BERITA TERKAIT