09 September 2019, 18:10 WIB

AXA Mandiri dan AXA Ciptakan Ekosistem Kerja untuk Milenial


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok. AXA Mandiri dan AXA
 Dok. AXA Mandiri dan AXA
 Presdir AXA Mandiri Handojo G. Kusuma , Country CEO AXA di Indonesia Julien Steimer, dan Presdir AXA Financial Indonesia Niharika Yadav

PERUSAHAAN asuransi yang berfokus pada bisnis asuransi jiwa, asuransi umum, dan management aset, AXA Mandiri dan AXA, menciptakan ekosistem kerja yang inovatif dan inspiratif, guna membantu generasi milenial dalam mengembangkan karier di dunia asuransi.

Berbagai inisiatif dilakukan guna memberikan kenyamanan bekerja, sekaligus kesempatan untuk berkembang dan berekspresi, baik pribadi maupun profesional sesuai dengan karakter generasi milenial yang unik.

Berdasarkan temuan IDN Times dalam laporan Indonesia Milennial Report 2019, preferensi milenial tentang kerja di mana fasilitas pengembangan diri yang lebih baik berada di urutan pertama sebanyak 25,6%, besaran gaji di urutan kedua sebanyak 17,1%, kondisi lingkungan kerja mencapai 15%, waktu kerja dan sesuai passion sebanyak 12,1%. Survei tersebut dilakukan ke 1.400 responden di 12 kota besar dalam memutuskan untuk bertahan atau tidaknya milenial dalam pekerjaan yang sama.

Sejalan dengan fakta tersebut, Country CEO AXA di Indonesia, Julien Steimer, menyatakan bahwa AXA Mandiri dan AXA yakin inisiatif untuk membentuk lingkungan kerja yang nyaman dapat menghasilkan SDM yang mumpuni dan bersaing di industrinya.

"Tak hanya itu, kami juga memberikan pengembangan karier yang berkelanjutan, sehingga industri asuransi menjadi pilihan yang menjanjikan untuk generasi milenial dalam bekerja. Melalui ekosistem kerja yang mendukung produktivitas, kreativitas, dan stabilitas psikologis, karyawan juga diberdayakan melalui berbagai kegiatan (pengembangan diri, gathering, sharing session), kebijakan perusahaan yang fleksibel (seperti waktu kerja yang fleksibel, kode berpakaian yang dinamis, waktu cuti yang beragam), manfaat kesehatan dan lain-lain, berbagai komunitas yang menampung dan menyalurkan hobi atau passion karyawan, hingga kesetaraan pengembangan karier untuk laki-laki dan perempuan," ujarnya di Jakarta, Senin (9/9).

Saat ini, AXA Mandiri dan AXA sebagai bagian dari AXA Group, yang menjadi mitra utama resmi klub sepak bola Inggris Liverpool FC ini, didominasi oleh generasi milenial, yaitu sebanyak 71% dari total karyawan, bahkan sebanyak 42% di antaranya berada di level manajerial.

Dengan kondisi tersebut, budaya kerja perusahaan tentunya turut berkembang sesuai dengan kebutuhan dan karakter karyawan. Di saat yang sama, AXA Mandiri dan AXA juga memberikan informasi dan edukasi mengenai budaya kerja dan peluang berkarier di perusahaan asuransi kepada masyarakat luas melalui rangkaian kegiatan employer branding, salah satunya berupa video seri.

Video tersebut berisikan gambaran budaya kerja yang kondusif dan dinamis untuk mendukung kreativitas dan pola pikir karyawan di AXA Mandiri dan AXA. Video ini tayang di bioskop-bioskop di Jakarta. 

Melalui berbagai inisiatif tersebut, AXA Mandiri dan AXA mendapatkan penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2019 versi Majalah HR ASIA, lembaga media publikasi internasional untuk para profesional di bidang sumber daya manusia (SDM).

"Kami memberikan pilihan program yang dapat digunakan oleh karyawan AXA Mandiri dan AXA untuk berekspresi lebih dan mengoptimalkan potensi terbaik, guna mencapai tingkat karier yang diinginkan. Selain itu, kami juga menyediakan wadah untuk berkreativitas dan manajemen waktu kerja yang fleksibel agar para karyawan memiliki keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi yang baik," tambah Julien.

Tak hanya terbuka bagi generasi milenial, Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G Kusuma, menjelaskan bahwa AXA Mandiri juga memberikan kesempatan bagi masyarakat muda untuk memiliki jenjang karier yang menjanjikan di perusahaan.

"Industri asuransi menyediakan ragam profesi dari berbagai disiplin ilmu yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah profesi aktuaris," jelas Handojo.

Profesi aktuaris memiliki peranan yang penting di industri asuransi dan diprediksi akan terus berkembang, sesuai dengan perkembangan industri asuransi nasional. Untuk membantu mengembangan profesi ini, AXA Mandiri dan AXA menjalin kemitraan dengan Universitas Gadjah Mada mulai dari pelatihan, beasiswa hingga kesempatan magang.

Dalam hal pengembangan diri dan jenjang karier, AXA Mandiri dan AXA memiliki beragam program pelatihan yang dapat diikuti oleh seluruh karyawan sesuai dengan bidang pekerjaan atau bidang yang diminati. Beragam bentuk apresiasi pun dihadirkan untuk menambah semangat.

 

Baca juga:  Kemendag bakal Pidanakan Importir Nakal

 

"AXA Mandiri memiliki program beasiswa berupa program Pendidikan Strata 2 MM Strategy Business dan pelatihan kepemimpinan di dalam dan luar negeri untuk high potential employee," lanjut Handojo.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia (AFI), Niharika Yadav, menyatakan, pihaknya mendukung dan mengedepankan adanya kesetaraan gender, baik pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di AXA.

"Saat ini, lebih dari 20% dari total jajaran manajemen AXA di Indonesia diduduki oleh wanita. Di AXA Financial sendiri, 80% dari total jajaran direksi diduduki oleh wanita. Hal ini menunjukkan bahwa AXA mendukung para karyawan wanita memiliki kesempatan berkarier dan menduduki posisi top management. Untuk mendukung pengembangan para karyawan wanita, AXA juga secara aktif menggelar kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka baik secara personal maupun profesional," katanya.

Tidak hanya mengedepankan kesetaraan gender, AXA juga memiliki inisiatif perusahaan yang mengutamakan pengembangan diri karyawan melalui ekosistem kerja dan kegiatan karyawan berkelanjutan. AXA percaya bahwa setiap karyawan berhak untuk mengembangkan karier secara personal dan profesional dengan mengedepankan asas kesetaraan, keberagaman dan persamaan hak bagi setiap karyawan.

"AXA Financial Indonesia mengutamakan 8 Dimentions of Wellness yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui pelatihan, komunikasi dan juga lingkungan pekerjaan yang mendukung kinerja dan pengembangan diri karyawan. Bagi kam,i ekosistem kerja yang kuat akan memegang peran penting dalam kesejahteraan dan pengembangan karyawan. Hal ini karena lebih dari 40% waktu karyawan akan dihabiskan di kantor, maka kami perlu memberikan lingkungan pekerjaan yang nyaman bagi mereka. Inisiatif ini sesuai dengan komitmen kami untuk dapat memberikan kepercayaan bagi karyawan bahwa mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik bersama AXA," tambah Niharika.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, AXA Mandiri dan AXA tidak hanya berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang inovatif dan inspiratif bagi karyawannya saja, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai lingkungan dan profesi yang bisa digeluti di dunia asuransi. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT