10 September 2019, 01:40 WIB

Sektor Tunggal Putri jadi Fokus


Rahmatul Fajri | Olahraga

MI/LILIEK DHARMAWAN
 MI/LILIEK DHARMAWAN
Para pebulu tangkis muda peserta Audisi Beasiswa Bulu Tangkis 2019, di Purwokerto, Jawa Tengah, unjuk kebolehan untuk menjadi yang terbaik.

PENCARIAN bibit potensial di sektor tunggal putri menjadi fokus tim Pencari Bakat PB Djarum dalam Audisi Umum Bulu Tangkis 2019. Saat ini, tidak ada pebulutangkis putri Indonesia yang masuk daftar 10 besar dunia.

Anggota tim Pencari Bakat Audisi Umum Bulutangkis 2019, Susi Susanti mengatakan sektor tunggal putri di Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan, lantaran tidak bisa berbuat banyak di turnamen dunia. Bahkan, saat ini tidak ada satupun tunggal putri Indonesia yang masuk dalam daftar 10 besar peringkat dunia.

Saat ini Indonesia berharap pada Gregoria Mariska Tunjung yang menghuni peringkat 14 dunia. Pada Kejuaraan Dunia 2019 lalu, pemain berusia 20 tahun itu melangkah hingga babak 16 besar sebelum dikalahkan Ratchanok Intanon dari Thailand.

Tunggal putri lainnya, Fitriani saat ini menempati peringkat 30. Setelah menjuarai Thailand Open 2019, Januari lalu, Fitriani belum bisa berbicara banyak ketika tampil di turnamen dengan level lebih tinggi.

"Kita tahu cari bibit pemain tunggal putri susah sekali. Setelah 20 tahun kita baru mendapatkan Gregoria yang menjadi juara dunia junior dua tahun lalu," kata Susi di GOR Satria, Purwokerto, kemarin.

Selama dua hari audisi di Purwokerto, Susi mengatakan pihaknya telah menemukan beberapa bibit yang berpotensi bisa menjadi masa depan sektor putri Indonesia. Ia berharap potensi serupa juga ada di kota lain sehingga Indonesia akan panen tunggal putri masa depan pada tahun ini.

"Ini baru di Purwokerto, lalu mungkin di kota lain yang juga menggelar tempat audisi kita bisa kumpulkan. Setidaknya ada data yang kita punya. Ini juga bisa lebih memudahkan lagi agar dari PBSI lebih mudah memantau atlet atlet berpotensi," kata Susi yang juga menjabat Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

Super tiket

Sementara itu, tim pencari bakat lainnya Fung Permadi mengatakan telah mengantongi sejumlah nama yang berpotensi mendapatkan Super Tiket ke final audisi di Kudus. Menurut Fung, beberapa peserta memperlihatkan bakat cukup bagus.

"Ada beberapa atlet yang saya lihat memiliki skill yang menonjol. Tapi itu pun perlu pengamatan lebih teliti lagi," kata Fung.

Ia mengatakan 206 peserta yang tampil telah memperlihatkan keseriusan mengikuti audisi. Mereka, tambah Fung, mampu menampilkan permainan dan teknik yang mampu memikat tim juri.

Namun, pada audisi kali ini hasil akhir tidak menjadi satu-satunya jalan peserta untuk lanjut ke tahap berikutnya. Tim pencari bakat akan meloloskan peserta yang dibnilai memiliki bakat istimewa dan bisa diasah menjadi pebulutangkis andal di masa mendatang.

"Tampak jelas di lapangan pada hari ini (kemarin) terjadi persaingan yang sengit. Saya yakin, besok (hari ini) akan terlihat kualitas dari anak-anak ini untuk berjuang meraih super tiket ke Kudus," kata Fung.

Pada hari kedua audisi kemarin, 48 peserta berhasil lolos ke tahap seleski berikutnya. Dari jumlah tersebut 16 peserta berada di kelompok U-11 Putra, 8 peserta (U-11 Putri), 16 peserta (U-13 Putra), dan 8 peserta (U-13 Putri).

Hari ini, peserta yang lolos akan akan kembali tampil di dua pertandingan. Mereka akan berjuang untuk meraih super tiket menuju tahap Final Audisi di Kudus, 20-22 November 2019 mendatang. (R-1)

BERITA TERKAIT