10 September 2019, 05:40 WIB

Tukang Nembakin Kapal Berpamitan


(Pra/E-2) | Ekonomi

 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
  ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan salam perpisahan kepada Komisi IV DPR selaku mitra kerjanya selama lima tahun ini. Salam perpisahan disampaikan mengingat masa kerjanya selaku menteri tinggal hitungan hari dan akan berakhir pada Oktober mendatang.

"Yang saya tahu, pada 20 Oktober tugas saya selesai, jadi saya mohon maaf kalau banyak kesalahan yang saya buat," ujar Susi dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Susi yang dikenal sebagai menteri yang bergaya eksentrik dan bicara ceplas-ceplos itu mengaku masih banyak kekurangan dalam memimpin kementeriannya. Ia mengakui dirinya adalah sosok yang keras kepala.

Menteri yang wajahnya kerap dijadikan meme di media sosial dengan kalimatnya "Tenggelamkan!" itu mengaku maklum jika ada pihak yang tak suka padanya. Maklum saja, tak sedikit kapal nelayan asing yang terpaksa ditenggelamkannya karena masuk perairan Indonesia.

"Saya memang dikenal sebagai tukang nembakin kapal. Tetapi itu adalah amanah, bukan untuk pribadi. Itu untuk kebaikan Indonesia. Kita harus bisa membetulkan sesuatu yang salah. Indonesia adalah negara besar," tegasnya.

Susi merasa kebijakan di sektor kelautan saat ini secara berangsur sudah kembali ke jalan yang benar. Nelayan-nelayan asing yang sebelumnya seenaknya berseliweran di perairan Indonesia, kini harus berpikir seribu kali jika tak ingin diledakkan kapalnya.

"Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf. Saya tidak pernah berpengalaman menjadi menteri sebelumnya, jadi mohon maaf," ucap Susi.

Wakil Ketua Komisi IV Roem Kono pun menyambutnya. Dengan hangat, ia memberi selamat kepada Susi yang dinilainya sangat mumpuni dalam menjalankan tugas berat. (Pra/E-2)

BERITA TERKAIT