09 September 2019, 22:58 WIB

Hingga Agustus 2019, 19 Proyek Infrastruktur Rampung


Ihfa Firdausya | Ekonomi

MI.Bary Fatahillah
 MI.Bary Fatahillah
Proyek pembangunan LRT Jakarta

SEBANYAK 19 poyek pembangunan infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) rampung diselesaikan sepanjang Januari-Agustus 2019 dengan total investasi Rp87,7 triliun.

Ke-19 proyek itu terdiri dari 3 Bandara, 5 Jalan, 4 Kawasan, 2 Smelter, 3 Bendungan, dan 2 Teknologi. Total, sepanjang januari 2016-Agutsus 2019, sudah 81 PSN yang berhasil dirampungkan pemerintah dengan total investasi Rp390 triliun.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi perekonomian di Kementerian Koordinatoir Perekonomian, Senin (9/9) yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengungkapkan, sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 56 tahun 2018 tentang Percepatan Proyek Strategis Naisonal, ada 223 proyek serta 3 PSN yang dikerjakan pemerintah.

Status dari proyek tersebut, ialah 51 proyek sudah selesai, 27 proyek (1 program ketenagalistrikan dan 1 program pemerataan ekonomi) dalam tahap konstruksi dan mulai beroperasi, serta 23 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi  pada 2019.

Baca juga : PU-Pera Terus Tingkatkan Kondisi Jalan Paralel Perbatasan

"Selain itu 78 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi setelah 2019, 5 proyek dalam tahap transaksi, dan 39 proyek dan 1 program industri pesawat dalam tahap penyiapan," katamya.

Rapat juga membahas Rancangan Peraturan Presiden tentang Hak Pengelolaan Terbatas (HPT)/ Limited Concession Scheme (LCS). Tak hanya itu, isu pembayaran pengadaan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) juga menjadi salah satu topik bahasan.

“Pengadaan tanah merupakan salah satu kunci dari pembangunan infrastruktur. Jadi, perlu ada penyederhanaan dan kecepatan dalam proses pengadaan tanah,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menegaskan pentingnya ketepatan waktu pengerjaan proyek agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

"Jangan sampai yang setahun jadi 3 tahun, 2 tahun jadi 3 tahun, dst.. Itu yang harus kita mitigasi. Tapi kalau kemudian bahwa return dari keseluruhan proyek itu memerlukan 15 tahun, misalnya, ya itu harus kita terima sebagai sesuatu yang direncanakan dari awal," ujar Isa. (OL-7)

BERITA TERKAIT