09 September 2019, 20:35 WIB

Perluasan Ganjil Genap Dinilai tidak Efektif Kurangi Polusi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Dok. MI
 Dok. MI
Perluasan ganjil-genap

KETUA Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menuturkan perluasan aturan ganjil genap belum bisa mengurangi polusi udara di Jakarta. Hari ini diketahui Pemprov DKI sudah menetapkan aturan tersebut di sepanjang 16 ruas.

"Saya katakan dalam kesempatan ini solusi ganjil genap belum final. Bahwasanya ganjil genap belum bisa mengatasi polusi udara, ini malah hanya menimbulkan budaya baru yaitu komsutif membeli kendaraan lagi," ujar Wibi saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/9).

Ia beranggapan warga DKI malah akan menambah mobil lagi untuk membeli plat yang berbeda. Wibi mengaku dirinya menerima keluhan bahwa masih ada warga yang kesulitan ke rumah sakit saat ada aturan perluasan ganjil genap.

"Dokter-dokter mengadu pada kami bahwa mereka kesulitan ke rumah sakit, kesulitan memeriksa pasien. Ini kan sangat bahaya. Apa mereka juga harus naik angkutan umum sementara para dokter berkejaran dengan waktu ? So what's the point aturan ini?" kata Wibi.


Baca juga: 1.061 Personel Diterjunkan Kawal Perluasan Ganjil Genap


Fraksi Partai Nasdem, kata Wibi, beranggapan bahwa untuk mengurangi polusi udara bisa dengan menerapkan kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) sebagai solusi dalam mengatasi kemacetan di jalanan ibu kota.

Kebijakan itu nantinya mengenakan biaya pada kendaraan pribadi. Kebijakan ini rencananya akan diterapkan di beberapa jalan arteri seperti Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Kuningan, Jalan Rasuna Said, dan Jalan MT Haryono.

"Kami sudah sampaikan ke Pak Anies kalau ganjil genap itu bukan merupakan satu solusi final. Ketika permasalahan dari polusi itu adalah dari transportasi, maka jalan berbayar atau ERP adalah salah satu jalan keluar. Kemudian ada peningkatan kualitas transportasi umum juga," tandas Wibi. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT