09 September 2019, 20:05 WIB

Stamina Pemain Timnas Jadi Pekerjaan Rumah McMenemy


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) memimpin sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).

LAGA berat menanti tim nasional Indonesia pada laga keduanya pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/9). Betapa tidak?

Skuat besutan Simor McMenemy itu akan melakoni laga berat melawan Thailand. Bahkan meski laga itu berlangsung di kandang sendiri.

Padahal Indonesia ditutut harus bisa mencuri poin agar tidak semakin terbenam di dasar klasemen Grup G. Persoalannya adalah lagi-lagi itu bukan tugas yang mudah.

Kekalahan dari Malaysia 2-3 di laga pertama menjadi pelajaran bagi McMenemy. Ketika itu performa para pemain betul-betul buruk.

Memang saat kalah oleh Malaysia, Evan Dimas dkk mampu bermain apik dan menyerang di babak pertama. Tim Indonesia juga berhasil mencetak dua gol di babak awal melalui Alberto 'Beto' Goncalves.

Baca juga: Ranking Timnas Indonesia di FIFA Stagnan

Namun, di babak kedua, skuat Garuda malah bermain di bawah tekanan 'Harimau Malaya', sehingga kecolongan di menit-menit akhir pertandingan.

"Sekarang kami harus melalui rintangan agar di babak kedua bisa bermain sebaik babak pertama," tutur pelatih asal Skotlandia itu.

Sang pelatih juga menekankan masalah yang dialami skuatnya, yakni stamina. Menurut pelatih berusia 41 tahun itu, stamina para pemain menjadi tantangan tersendiri melawan Thailand yang mengandalkan kecepatan dan teknik tinggi.

"Apalagi lawannya bakal lebih sulit. Para pemain harus membuktikan diri di lapangan dengan terus berlari sampai tak bisa berlari," ujar McMenemy.

Terkait adanya faktor kelelahan usai bertanding dengan Malaysia, kiper timnas, Andritany Ardhiyasa, mengaku kondisi tim sudah siap secara fisik maupun mental.

"Skuat kami sudah siap secara fisik dan mental. Meski banyak dikritik, saya sebagai pemain saya harus siap karena ini resiko pekerjaan saya sebagai pesepak bola," ujar kiper berkostum Persija itu.

Andritany pun melihat tak ada perbedaan yang signifikan saat nanti bertemu dengan Thailand.

"Tak ada yang berbeda, sebagai seorang pemain mental bertanding harus siap, jadi tidak ada bedanya mau lawan Brasil atau tim apapun," ujarnya. (*/A-3)

BERITA TERKAIT