09 September 2019, 18:50 WIB

Pelantikan Anggota DPRD Kalsel Diwarnai Aksi Unjuk Rasa


Denny Susanto | Nusantara

Antara/Yose Rizal
 Antara/Yose Rizal
Ketua DPRD Banjar sementara M Rofiqi (duduk berpeci paling kiri) mendengarkan tuntutan mahasiswa  

PELANTIKAN 55 anggota DPRD Kalimantan Selatan diwarnai aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kalsel yang mendesak agar para wakil rakyat periode 2019-2024 tersebut memperjuangkan penolakan rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan penolakan tambang di Pegunungan Meratus.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat, Senin (9/9) siang tersebut, sempat diwarnai kericuhan lantaran anggota dewan menolak mendengarkan aspirasi mahasiswa dengan duduk di jalan.

Awalnya, aksi unjuk rasa puluhan anggota Aliansi Mahasiswa Kalsel ini berlangsung damai. Beberapa orang anggota dewan yang baru dilantik dengan dikawal anggota TNI-Polri datang menemui para pengunjuk rasa.

Namun, aksi damai tersebut berubah jadi ricuh setelah Ketua DPRD Kalsel sementara, Supian HK, dari Fraksi Partai Golkar, dan Lutfi Syaifuddin, dari Fraksi Partai Gerindra, menolak duduk di jalan untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa. Terjadi aksi dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan hingga akhirnya perwakilan anggota dewan dievakuasi ke dalam Gedung DPRD Kalsel.


Baca juga: Pelantikan Anggota DPRD Flotim Habiskan Dana Rp217 Juta


Para pengunjuk rasa kecewa dengan sikap wakil rakyat tersebut. Adapun aspirasi yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Kalsel antara lain desakan agar DPRD Kalsel menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, penyelesaian permasalahan Pegunungan Meratus, dan meminta wakil rakyat
menepati janji-janji politik saat kampanye.

"Kami cuma minta duduk untuk mendengar aspirasi kami, tetapi mereka menolak. Entah mengapa," kata koordinator aksi unjuk rasa, Rudy Wahyudi.

Pantauan Media Indonesia, proses pelantikan anggota DPRD Kalsel periode 2019-2024 ini sejak pagi mendapat penjagaan aparat keamanan. Polda Kalsel bahkan menurunkan tim anti huru hara dan mobil water canon.

Pada saat yang sama, pelantikan anggota DPRD Kota Banjarmasin juga berlangsung, di mana jarak antara gedung DPRD Kalsel dan DPRD Kota Banjarmasin tidak terlalu jauh. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT