09 September 2019, 18:40 WIB

Kabut Asap Riau mulai Pekat, Sekolah Diminta untuk Libur


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

 ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.
  ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.
SISWA SEKOLAH DILIBURKAN KARENA KABUT ASAP

KABUT asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau, Senin (9/9), mulai pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Riau. Akibatnya, untuk antisipasi sebagian sekolah memilih meliburkan siswa dan Dinas Pendidikan setempat mengeluarkan instruksi agar sekolah tingkat SMA/SMK dan SLB se-Riau meliburkan diri apabila Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) telah berada posisi sangat tidak sehat atau berkisar 200-299.

"Dan meliburkan total semua aktivitas sekolah atau publik apabila ISPU berkisar lebih dari 300 atau berbahaya," sebut Kadisdik Riau, Rudyanto, di Pekanbaru, Senin (9/9).

Selanjutnya, apabila ISPU sudah membaik, agar sekolah kembali melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa dengan mempertimbangkan jadwal pelajaran yang tertinggal selama libut akibat asap atau diadakan tambahan jam pelajaran di sekolah.

Sementara sekolah di bawah naungan Yayasan Al-Ittihad Rumbai, Kota Pekanbaru, telah mengeluarkan kebijakan meliburkan siswa semua tingkatan TPA, TK, SD, MTS, SMP, dan SMA pada Senin (9/9).

Begitu juga hal dengan MTS Pekanbaru yang menghentikan aktivitas belajar mengajar pada pukuk 10.00 WIB akibat bertambah pekat kabut asap. Sekolah juga memasang di pagar sekolah pengumuman meliburkan siswa untuk dua hari ke depan.


Baca juga: Keroyok Kemiskinan, Percepat Pengentasan


"Tadi sekolah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa karena kualitas udara di Pekanbaru beberapa pekan terakhir sudah tidak sehat," ungkap Rini, wali murid SD Yayasan Al-Ittihad.

Sementara itu, dari pantauan terakhir satelit terra dan aqua yang dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Senin (9/9), terdeteksi sebanyak 1.278 titik panas dugaan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra.

Jumlah titik panas dengan level confidence 50% itu tersebar pada 7 provinsi diantaranya Sumatra Barat 3 titik, Sumatra Selatan 332 titik, Lampung 70 titik, Jambi 504 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Bangka Belitung 66 titik, dan Riau 289 titik.

Adapun sebanyak 289 titik panas antara lain Kepulauan Meranti 2 titik, Bengkalis 4 titik, Kampar 2 titik, Dumai 1 titik, Kuantan Singingi 1 titik, Pelalawan 57 titik, Rokan Hilir 1 titik, Indragiri Hilir 185 titik, Indragiri Hulu 31 titik. Dari 289 titik panas, sebanyak 182 di antaranya diyakini sebagai titik api Karhutla dengan level confidence di atas 70%.

Yaitu Bengkalis 2 titik, Pelalawan 38 titik, Rokan Hilir 1 titik, Indragiri Hilir 117 titik, Indragiri Hulu 17 titik, dan Dumai 1 titik.

"Sementara cuaca cerah berawan. Berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze," kata staf analisa BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT