09 September 2019, 18:30 WIB

Krisis Air Bersih Landa Kotabaru Kalsel


Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny
 MI/Denny
Seorang warga Pulau Laut, Kotabaru, Kalsel, harus menanti giliran pasokan air bersih dari PDAM setempat.

MUSIM kemarau panjang menyebabkan warga Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengalami krisis air bersih. Sejak dua bulan terakhir PDAM setempat terpaksa mendistribusikan air secara bergiliran kepada masyarakat.

Krisis air bersih ini terjadi setiap musim kemarau. Namun tahun ini kondisi krisis air bersih lebih parah dari tahun sebelumnya. Selain akibat kemarau panjang, krisis air bersih ini akibat jebolnya bendung milik PDAM akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

Ketua RT 5 Desa Hilir Kecematan Pulau Laut Utara, Gusti Syaril Jaya, Senin (9/9), mengungkapkan, krisis air bersih di wilayahnya sudah berlangsung lebih dari satu bulan.

"Setiap musim kemarau warga Pulau Laut kesulitan mendapatkan air bersih. Pasokan air dari PDAM tidak mengalir di wilayah kami, hanya di beberapa wilayah dan tidak merata," ungkapnya.

Untuk mendapatkan air bersih warga Pulau Laut terpaksa membeli air bersih dari pedagang air dadakan seharga Rp75 ribu tiap tandon (1.200 liter). Kondisi krisis air bersih ini dirasakan cukup berat bagi masyarakat di tengah melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok.


Baca juga: Kemarau, Layanan Pelanggan PDAM Klaten tidak Terganggu


Hadi, seorang aktivis lingkungan di Kotabaru menegaskan krisis air bersih menjadi salah satu masalah dihadapi masyarakat Pulau Laut, Kotabaru.

"Kotabaru juga menghadapi ancaman kerusakan lingkungan jika pulau ini ditambang. Saat ini pencemaran limbah batubara juga banyak dikeluhkan masyarakat nelayan," ujarnya.

Krisis air bersih ini diperkirakan akan berlangsung lama hingga musim kemarau berakhir Oktober mendatang. Informasi yang dihimpun dari PDAM Pulau Laut sejumlah IPA mengalami kerusakan, di antaranya IPA Gunung Tirawan, Gunung Ulin, Gunung Ulin, Gunung Relly, dan Gunung Pemandangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin Ujud, mengatakan, kemarau panjang menyebabkan sejumlah wilayah Kalsel mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Wilayah pesisir dan kepulauan seperti Pulau Laut serta pulau-pulau kecil di Kotabaru saat ini mengalami krisis air bersih. (OL-1)

BERITA TERKAIT