09 September 2019, 19:00 WIB

Pelonggaran Kebijakan Moneter bakal Dongkrak Pertumbuhan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Panji Irawan

DIREKTUR Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, stabilitas ekonomi nasional masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Sejumlah indikator ekonomi, kata dia, mendukung hal tersebut. Misalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih lebih baik ketimbang negara emerging markets lainnya. "Pada kuartal II tahun 2019, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,05%, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal 1 tahun 2019 sebesar 5,07%," ujar Panji dalam sambutannya di acara Media Gathering 'Macro Econimic Outlook 2019', Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/9).

Inflasi dan kurs rupiah, kata dia, juga masih terjaga dan dibuktikan dengan laju inflasi bulanan pada Agustus 2019 yang tercatat sebesar 3,94%. Angka itu masih berada direntang target Bank Indonesia di kisaran 3,5%.

Pun demikian dengan kurs rupiah, pada kuartal I dan II 2019 nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berada di kisaran Rp14.200 per dolarnya.

Angka itu didukung oleh masuknya aliran modal asing (capital inflow) ke pasar obligasi sebesar Rp116 triliun dan pasar saham senilai Rp59 triliun hingga akhir Agustus.

Oleh karena itu, ia optimistis stabilitas ekonomi nasional baik internal maupun eksternal, tetap terjaga.

"Kami memerkirakan inflasi tahun 2019 sebesar 3,41% dan kurs rupiah akan berada pada rentang Rp14.200 - Rp14.300 per dolar Amerika Serikat," tutur Panji.

Neraca perdagangan juga mulai menunjukkan perbaikan dilihat melalui angka defisit pada Januari hingga Juli berhasil diturunkan menjadi US$1,9 miliar. Angka itu turun dibanding periode yang sama pada 2018 yang mencapai US$3,2 miliar.

Tren positif itu, kata Panji, diharapkan mampu menjadi pijakan awal bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter guna mendorong pertumbuhan nasional.

"Pelonggaran kebijakan moneter ini sangat penting di tengah kecenderungan pelambatan pertumbuhan ekonomi global dan peningkatan ketidakpastian yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Panji.(A-2)

BERITA TERKAIT