09 September 2019, 16:22 WIB

Kemendag Musnahkan Barang Impor Ilegal


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Kemendag Musnahkan Barang Impor Ilegal

BARANG impor ilegal sebagian besar dari Cina yang merugikan negara Rp5 miliar -Rp6 miliar dimuanahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga menindak tujuh perusahaan importir nakal.

Pemantauan Media Indonesia Senin (9/9), tumpukan barang impor ilegal yang sebagian besar dari Tiongkok diangkut dengan beberapa truk. Hasil temuan dan pengawasan Post border di wilayah Jawa Tengah tampak memenuhi lokasi Saloka Park Jalan Fatmawati No 154 Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Kementerian Perdagangan (Permendag) dipimpin Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Very Angrijono lakukan pemusnahan barang impor yang tidak ada nomor pendaftaran barang dan biji plastik hingga merugikan negara Rp5 miliar-Rp6 miliar.

''Barang temuan yang dimusnahkan hari ini karena melanggar dokumen persyaratan impor,'' kata Very Angrijono.

Barang impor sebagian besar dari Tiongkok, lanjut Very, karena melanggar aturan tata niaga tidak memiliki surat persetujuan impor, karena tidak ada nomor pendaftaran barang dan biji plastik mustinya untuk bahan produksi dijual secara umum.

Berdasarkan temuan hasil pengawasan, ujar Very Angrijono, jajarannya akan menindak tegas para importir nakal yang sengaja melanggar SNI atau aturan lainnya dalam proses importasi.  ''Akibat peristiwa ini negara alami keeugian Rp5 miliar-Rp6 miliar,'' imbuhnya.

Barang sebanyak dua truk yang dimusnahkan ini, demikian Very, berasal dari tujuh perusahaan importir nakal, sehingga ke depan bakal membuka kantor regional pengawasan di daerah agar proses penindakan dan pengawasan peredaran barang semakin lebih baik.

Sementara Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Wahyu Widayat mengatakan berdasarkan amanat presiden melalui paket kebijakan ekonomi 17 tahun 2017, pemeriksaan beberapa persyaratan impor tidak lagi dilakukan Beacukai tetapi Kemendag, sehingga selain Jateng akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan di Jakarta, Surabaya, Medan serta kota-kota lainnya.

''Kami berharap para importir mentaati aturan dan pemusnahan juga sebagai bentuk tindakan hukum supaya tidak adalagi pelanggaran,'' ujar Wahyu. (AS/OL-10)

BERITA TERKAIT