09 September 2019, 17:00 WIB

Usulan Arief Pouyono soal Wagub DKI tak Mewakili Gerindra


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Waketum Gerindra, Arief Pouyono

ANGGOTA Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Syarif, menyanggah pernyataan Waketum Gerindra, Arief Pouyono, yang mengusulkan dua nama dari partainya untuk dipilih menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Syarifudin menuturkan, Gerindra berkomitmen untuk menyerahkan kursi wagub kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Itu usulan pribadi (Arif Pouyono). Saya bilang kita hormati usulan itu, tapi itu kan bukan sikap resmi partai. Gimana kita mau mengomentari, wong belum ada perubahan dari Gerindra," kata Syarif di Balai Kota, Jakarta, Senin (9/9).

Baca juga: Efek Perluasan Ganjil Genap Dinilai Efektif

Adapun, dua nama usulan PKS untuk ditunjuk sebagai wagub DKI ialah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Sedangkan, Arif Pouyono mengusulkan dua nama yakni, Moch Iriawan dan Tatang Zainuddin.

"Kita tunggu sampai kelar paripurna apakah ada perubahan atau tidak. Kita lihat nanti setelah tatib selesai pansus terbentuk," kata Syarif.

Lebih lanjut, ia menilai, bahwa soal pemilihan wagub DKI ini termasuk bagian dinamika rapat tata tertib di DPRD. Syarif mengatakan, ada permintaan dari PKS agar pemilihan wagub dimasukkan dalam batang tubuh tatib.

Pemilihan wagub DKI rencananya akan dilaksanakan setelah pembahasan tata tertib dan alat kelengkapan dewan (AKD) rampung

"Nah, kapan pelaksanaannnya? Tunggu ketok palu tatib. Kalau misalnya teman-teman di fraksi (DPRD) tidak menyetujui usulan PKS, maka ada kemungkinan bikin pansus lagi untuk melanjutkan pansus yang kemarin," jelasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT