09 September 2019, 12:34 WIB

Rambu Ganjil Genap Dinilai Kurang Jelas, Ini Tanggapan Kadishub


Tri Subarkah | Megapolitan

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
 MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Kendaraan roda empat berplat genap melintasi area ganjil genap di Jalan RS. Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, Senin (9/9)

PERLUASAN sistem ganjil genap resmi diberlalukan efektif per hari ini, Senin (9/9). Namun, masih ada masyarakat yang menganggap kurang jelasnya rambu peringatan.

Bahkan, menurut Chandra, salah satu pengendara roda empat, rambu peringatan ganjil genap menyesatkan.

"Harusnya sebelum tikungan (memasuki kawasan ganjil genap), dikasih tau, Anda memasuki kawasan ganjil genap. Kan ngga semua orang tau," ujarnya.

Namun, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo berkilah penempatan rambu untuk sistem ganjil genap sudah memenuhi aturan.

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap, Pemprov Tambah Armada Trans-Jakarta

"Rambu sebenarnya ukurannya adalah 15 meter sebelum mendekat ke kawasan larangan itu sudah bisa terbaca jelas. Bahkan dari jarak 20 meter saya lihat terbaca jelas," jelasnya saat memantau penerapan sistem ganjil genap di Jl Pramuka.

Walakin, Syafrin tidak memungkiri terdapat masukan dari masyarakat agar dibuat rambu yang lebih besar. Sayangnya, dia belum bisa memastikan kapan akan mengubah rambu tersebut.

"Sesuai dengan sumber daya yang ada di saya (Dinas Perhubungan DKI Jakarta). Anggarannya apakah mencukupi untuk kita lakukan perluasan atau perbesaran nanti akan saya coba kaji lagi," terang Syafrin. (OL-2)

BERITA TERKAIT