09 September 2019, 12:01 WIB

Fahri Hamzah Minta Pegawai KPK Jangan Berpolitik


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

ANTARA/Sigid Kurniawan
 ANTARA/Sigid Kurniawan
Pegawai KPK menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/9)

WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyindir pegawai KPK yang melakukan penutupan logo KPK dengan kain hitam sebagai bentuk protes terhadap wacana DPR merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002. Menurut Fahri, pegawai KPK perlu jernih berpikir tentang revisi UU KPK.

"Buat pegawai KPK. Kalau gak setuju dengan politik legislasi nasional mundur aja. Tapi jangan lalu mau berpolitik. Salah lagi, ingat gak kontrak kalian dulu? Kan gak ada kontrak politik, beda dengan politisi di Senayan atau di istana. Plis deh kembali ke jalan yg benar," cuit Fahri melalui akun Twitter @Fahrihamzah, Senin (9/9).

Fahri sudah sejak lama mengkritik keberadaan KPK. Kerja KPK yang lebih condong pada penindakan dan bukan pencegahan, menurut Fahri, adalah salah kaprah.

Baca juga: Dewan Pengawas Perkuat KPK

"KPK secara sadar menekankan pada penindakan setelah pencegahan gagal dilakukan secara kelembagaan. Tetapi, catatan pentingnya adalah apakah pernah orientasi pencegahan ditekuni? Boleh mengalihkan konsentrasi yang dimandatkan secara serius dlm UU krn gangguan lapangan?" cuit dia.

Ia bahkan meminta agar di tengah protes terhadap revisi UU KPK saat ini Presiden dan DPR tetap komit melakukan revisi.

"Saya minta presiden @jokowi dan @DPR_RI gak usah khawatir dengan kampanye negatif. Ini berulang dan hanya emosi tanpa akal. Ini kampanye hitam yang gak pernah ada pikiran jernih di belakangnya, hanya nafsu menggunakan kekuasaan tanpa batas yang sudah jadi penyakit," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT