09 September 2019, 07:50 WIB

Pendatang dari Luar Bumi Cenderawasih Dianggap Keluarga


Media Indoensia | Nusantara

ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding
 ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kelima kanan), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama tokoh masyarakat Mimika dan Jayawijaya.

 FORUM Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengapresiasi niat baik Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendengarkan persoalan masyarakat setempat.

Ketua FKUB Jayawijaya Esmon Walilo di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, kemarin, mengatakan kunjungan Panglima TNI dan Kapolri yang tertutup bagi media pada Sabtu (7/9) lebih banyak membahas keamanan. "Puji Tuhan. Ini artinya ada keseriusan untuk mendengarkan masalah yang penting dari umat di sini," ujarnya.      

Panglima TNI dan Kapolri mengakhiri kunjungan kerja di Wamena setelah sepekan 'berkantor' di Bumi Cenderawasih sejak Senin (2/9). Serangkaian pertemuan dengan tokoh agama, adat, dan masyarakat Papua dan Papua Barat dilakukan menyusul gelombang demonstrasi yang berakhir anarkistis di kedua wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Pendeta Esmon di Wamena itu masyarakat Papua menyampaikan bahwa mereka ingin membangun Indonesia asalkan tidak ada perilaku menjatuhkan seperti rasialisme. Masyarakat Papua mengharapkan ada perlindungan bagi anak-anak Papua di luar Papua seperti yang diberikan kepada pendatang di Jayawijaya. 

"Kita (di Jayawijaya) sudah menganggap mereka yang datang dari luar Papua sebagai keluarga sehingga tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang bisa merugikan mereka," kata Pendeta Esmon.

Dia juga mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendorong pendirian sekolah pertanian seperti SMK pertanian dan politeknik pertanian di daerah itu untuk memajukan sektor pertanian sekaligus mengurangi pengangguran agar tingkat kriminalitas berkurang.  "Kapolri  akan berbicara dengan menteri terkait untuk datang survei di sini," tandasnya.   

Kapolri menyampaikan gagasan itu, menurut dia, karena petani Jayawijaya bisa memproduksi hasil pertanian dan peternakan dalam jumlah besar. "Menurut Kapolri, Wamena lebih subur daripada Selandia Baru yang hanya negara kecil, tetapi bisa impor sampai ke Indonesia," kata Esmon.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengharapkan aspirasi tokoh-tokoh masyarakat pada pertemuan tersebut diteruskan kepada Presiden Jokowi. (Ant/X-4)

BERITA TERKAIT