09 September 2019, 06:16 WIB

Demonstran Hong Kong Minta Dukungan AS


Willy Haryono | Internasional

AFP/VIVEK PRAKASH
 AFP/VIVEK PRAKASH
Seorang demonstran Hong Kong membawa bendera Amerika Serikat saat melakukan aksi pada Minggu (8/9).

RIBUAN demonstran Hong Kong bergerak bersama-sama menuju gedung Konsulat Amerika Serikat (AS), Minggu (8/9), untuk meminta dukungan dari pemerintah Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, demonstran prodemokrasi di Hong Kong telah meminta bantuan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Dilansir dari CNN, pergerakan massa dimulai di taman publik Chater Garden yang terletak di sebuah distrik bisnis di Hong Kong.

Dari sana, ribuan orang bergerak bersama ke Konsulat AS. Ini merupakan kelanjutan aksi unjuk rasa di Hong Kong yang telah memasuki pekan ke-14.

Dalam sebuah surat yang disiapkan untuk diserahkan ke staf konsulat, demonstran meminta Kongres AS mendukung "Rancangan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong 2019."

RUU ini merupakan satu dari sejumlah hal yang diupayakan demonstran sepanjang gelombang protes.

Baca juga: Demonstran Desak AS Tekan Beijing soal Tuntutan

Salah satu spanduk yang dibawa pengunjuk rasa bertuliskan, "Presiden Trump, tolong bebaskan Hong Kong!" Seruan tersebut ditulis dalam Bahasa Inggris.

Aksi protes tetap bergulir di pekan ke-14 meski pemerintah Hong Kong di bawah Carrie Lam telah menarik sepenuhnya RUU Ekstradisi pada Rabu (4/9). RUU Ekstradisi itu adalah pemicu utama terjadinya gelombang protes di Hong Kong.

Namun, demonstran menilai langkah penarikan RUU Ekstradisi sudah terlalu telat dan kini mereka terus menyerukan ditegakkannya demokrasi secara penuh di Hong Kong.

Aksi terbaru di sekitar Konsulat AS akan memperburuk tuduhan Tiongkok bahwa Washington selama ini berusaha ikut campur dalam urusan internal Hong Kong.

Pekan kemarin, juru bicara pemerintah Tiongkok untuk urusan Hong Kong dan Macau, Yang Guang, menuduh politisi AS "mendukung" gelombang protes di Hong Kong.

Trump tidak terlalu vokal dalam menanggapi isu Hong Kong sejak pertama kali meletus pada Juni. Agustus lalu, ia hanya berharap demonstrasi di Hong Kong "akan berakhir bahagia untuk semua pihak, termasuk Tiongkok."

Tetapi sejumlah politisi AS mendorong Trump lebih berbuat banyak untuk membantu pengunjuk rasa di Hong Kong.

Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem "Satu Negara, Dua Sistem." Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT