08 September 2019, 21:15 WIB

Dirjen Imigrasi Berang ada Calo Paspor di Jabar


Cahya Mulana | Politik dan Hukum

Mi/ Susanto
 Mi/ Susanto
Ronny Franky Sompie

DIREKTUR Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ronny Franky Sompie mengaku berang mendengar adanya calo antrean paspor. Pasalnya hal itu sangat menondai sistem daring yang telah dibuat untuk mempermudah masyarakat dan meningkatkan transparansi.

"Kejadian ini sangat keterlaluan. Upaya memberikan pelayanan sebaik apapun kalau dimainkan oleh sindikat seperti ini perlu upaya penegakan hukum yang dapat memberikan efek jera bagi para pelakunya," tegasnya kepada Media Indonesia, Minggu (8/9).

Menurut dia, Direktorat Jendela Imigrasi sangat berterima kasih atas kerja sama yang dilakukan oleh Polrestabes Bandung yang membantu Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Bandung dalam mengungkap calo antrean yakni oknum pegawai Imigrasi setelah terdapat laporan dari tiga orang korban. Pihaknya juga sangat berharap, Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung serta jajarannya dapat membantu upaya pelacakan dan pengungkapan kasus serupa dengan modus memanfaatkan sarana pendaftaran paspor daring di seluruh Kantor Imigrasi se-Jawa Barat.

"Dirjen Imigrasi akan bekerja sama dengan Mabes Polri, khususnya Bareskrim Polri dan Baintelkam Polri untuk mengungkap kasus pendaftaran layanan paspor secara online yang diperjualbelikan dan mengganggu pelayanan masyarakat yang ingin mengajukan permohonan paspor sesuai keperluannya di seluruh Indonesia," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT