08 September 2019, 23:30 WIB

Demonstran Desak AS Tekan Beijing soal Tuntutan


MI | Internasional

AFP
 AFP
Sekelompok besar aktivis prodemokrasi berkumpul di depan Konsulat Amerika Serikat di Hong Kong

SEKELOMPOK besar aktivis prodemokrasi kemarin berkumpul di depan Konsulat Amerika Serikat di Hong Kong dalam upaya meningkatkan tekanan internasional terhadap Beijing.

Kerumunan demonstran yang padat--banyak yang mengibarkan bendera AS, yang lain menyanyikan Star Spangled Banner--berjalan perlahan saat melewati kantor konsulat di tengah cuaca panas.

Para demonstran meminta AS untuk menekan Beijing agar memenuhi tuntutan mereka dan agar Kongres mengesahkan RUU yang baru-baru ini diusulkan, yang menyatakan dukungan untuk protes tersebut.

"Lebih dari 1.000 pengunjuk rasa telah ditangkap. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain turun ke jalan, saya merasa putus asa," kata seorang pengunjuk rasa, Jenny Chan, 30.

"Saya pikir selain dari negara asing, tidak ada yang benar-benar dapat membantu kami," tambahnya.

Namun, meski sejumlah politikus AS telah menyatakan dukungan kepada para pengunjuk rasa, sikap pemerintahan Donald Trump yang kini sedang berselisih dengan Tiongkok soal perdagangan tidak terlalu jelas.

Presiden Trump menyerukan resolusi damai terhadap krisis politik di Hong Kong dan mendesak Beijing agar tidak menggunakan tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa. Namun, dia juga menyatakan semuanya bergantung pada Beijing untuk menangani protes.

Washington telah menolak tuduhan Tiongkok bahwa mereka mendukung para de-monstran prodemokrasi.

Prediksi

Para analis mengatakan sulit untuk memprediksi apa langkah Beijing selanjutnya terhadap gerakan demokrasi di Hong Kong. Terlebih di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping saat ini, Tiong-kok menjadi semakin otoriter dan perbedaan pendapat ditindak.

Akan tetapi, langkah keras seperti mengirim pasukan ke Hong Kong akan memiliki konsekuensi ekonomi dan diplomatik yang sangat besar pada saat Beijing sudah menghadapi tantangan besar dari perang perdagangan dengan AS.

Jutaan orang telah turun ke jalan-jalan Hong Kong selama 14 minggu terakhir akibat RUU ekstradisi yang kontroversial dan menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan Tiongkok sejak penyerahan kota itu dari Inggris pada 1997. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT