08 September 2019, 19:16 WIB

Wali Kota Denpasar Rai Mantra jadi Pembicara di Markas PBB


Ahmad Maulana | Nusantara

Ist
 Ist
Wali Kota Denpasar , IB Rai Dharmawijaya Mantra diundang menjadi pembicara di Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB ) di Austria.

WALI KOTA Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra diundang menjadi pembicara di Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB ) di Vienna Austria, dalam serangkaian Bridge For Cities 4.0 Connecting Cities Throught The New, belum ini.

Hal tersebut terkait keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar dalam pembangunan Smart City berlandaskan Tri Hita Karana yang mendapat apresiasi beragam kalangan. Bahkan, keberhasilan ini menjadikan Denpasar sukses menyabet penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) nomor satu di Indonesia katagori kota besar dari Litbang Kompas.

Acara yang dibuka langsung Direktur Jenderal United Nation Industry Development Organisation (UNIDO) Li Yong itu dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Austria, Darmansjah Djumala. Kepala Bappeda Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Made Erwin Suryadarma Sena, Kabag Kerjasama, Laxmy Saraswati, dan Kabid Ekonomi Kreatif, I Wayan Hendaryana.

Di hadapan 800 perwakilan kota dunia yang tergabung dalam UNIDO, Wali kota Rai Mantra menjelaskan tentang Filosofi budaya Tri Hita Karana yang menjadi dasar pijakan dalam melaksanakan pembangunan di Kota Denpasar. Di samping itu, dia juga menerangkan bagaimana Denpasar mampu menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis dengan tetap memperkuat budaya dan menyambut hangat hadirnya teknologi di era 4.0 ini.  Dimana Tri Hita Karana merupakan tiga sebab kebahagian sejati dengan membangun harmonisasi komponen manusia, alam/lingkungan dan Tuhan.

“Tri Hita karana ini sebagai pemandu  kami untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs ),” jelasnya dalam rilis yang diterima Minggu (8/9).

Lebih lanjut dikatakan, SDGs dicapai melalui inovasi pembangunan Denpasar Smart City yang identik dengan upaya menyejahtrakan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bijak. Dalam konsep ini juga mengandung makna efisiensi, trasparansi, akuntabilitas dengan tetap mengutamakan pelayanan prima bagi masyarakat. (A-2)

BERITA TERKAIT