08 September 2019, 19:03 WIB

Indonesia tidak Perlu Khawatir Capital Outflow


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

youtube
 youtube
Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistinaningsi

BANK Dunia memperingatkan Indonesia soal potensi terjadinya arus modal asing keluar (capital outflow) di tengah ketatnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Dalam laporan bertajuk Global Economic Risks and Implications for Indonesia, Bank Dunia menyebutkan capital outflow berpotensi meningkatkan suku bunga acuan serta melemahkan nilai tukar rupiah.

Menanggapi hal itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistinaningsih menyatakan, apa yang dilaporkan oleh Bank Dunia sebaiknya tidak membuat Indonesia menjadi paranaoid.

Sebab, kata dia, bila melihat pelambatan ekonomi yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini, peringatan yang disampaikan oleh Bank Dunia ialah hal yang wajar.

"Karena mereka (negara lain) mengalami pelambatan ekonomi juga. Jadi wajar saja kalau dana itu keluar mencari tempat di mana masih ada peluang yang baik. Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, saat ini tidak begitu besar, jadi wajar saja," ujar Lana saat dihubungi, Minggu (8/9).

Ia menambahkan, lambatnya perekonomian dunia saat ini menjadi penyebab Indonesia terpaksa mengandalkan portofolio atau surat utang.

Namun demikian, Lana meyakini pemerintah tetap menjaga stabilitas ekonomi dengan membatasi jumlah asing dalam negeri.

"Kondisi portofilio kita masih sangat aman, obligasi juga dijaga, posisi asing selalu dijaga pemerintah tidak lebih dari 40%," jelasnya.

Lana juga berpendapat, instruksi Presiden Joko Widodo untuk mempermudah proses investasi di Indonesia bisa menjadi salah satu kunci untuk menekan capital outflow tersebut.(A-2)

BERITA TERKAIT