08 September 2019, 20:00 WIB

Komnas Perlindungan Anak Sebut Keputusan PB Djarum Emosional


Thomas Harming Suwarta | Olahraga

 MI/PANCA SYURKANI
  MI/PANCA SYURKANI
ARIST MERDEKA SIRAIT: Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia

KOMNAS Perlindungan Anak (PA) menyayangkan keputusan pihak Djarum yang menghentikan total audisi untuk mencari bakat-bakat baru dalam bidang bulu tangkis. Komnas PA melihat keputusan pihak Djarum tersebut tampak emosional.

"Kalau dihentikan sementara ya tidak apa-apa karena memang kita lihat ada eksploitasi di sana yaitu dengan brand image Djarum yang sangat luar biasa. Namanya Djarum, ya sudah pasti rokok yang artinya sama saja mengenalkan zat adikitif tersebut pada anak dan atau memakai anak untuk mengenalkan rokok," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, di Jakarta, Minggu (8/9).

Baca juga: Ketua KOI akan Panggil PB Djarum dan KPAI

Menurut dia, jika pihak Djarum menghentikan selamanya program audisi untuk mencari bakat-bakat baru, maka Djarum menerima masukan pemerintah secara emosional.

"Bedakan dong, mana soal utamanya. Audisi untuk cari bibit baru sangat baik dan harus dilanjutkan. Tapi brand imagenya harus dievaluasi," kata Arist.

Sebelumnya, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2020 bersifat final.

"Kalau sekarang ini, hari ini, saya jawab iya, final. Tahun 2019 ini akan menjadi audisi terakhir," ujar Yoppy saat ditemui di Purwokerto, Minggu (8/9), seperti dikutip dari Antara.

"Namun jika cuacanya berubah, bisa juga berubah, tergantung situasinya ada ruang atau tidak," kata Yoppy melanjutkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Yoppy usai meninjau rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang diselenggarakan di GOR Satria, Purwokerto. Dia juga mengakui bahwa keputusan tersebut diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian atau lembaga yang dimotori Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (OL-6)

BERITA TERKAIT