08 September 2019, 13:56 WIB

ASEAN-Jepang Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/Susanto
 MI/Susanto
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

MENTERI Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama seluruh Menteri Ekonomi ASEAN melakukan Pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko guna membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama ekonomi kedua belah pihak.

Pertemuan tersebut dihelat di sela-sela ASEAN Economic Ministers Meeting yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

"Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Jepang. Saat ini, Jepang merupakan mitra dagang terbesar ketiga dan sumber investasi asing terbesar kedua bagi ASEAN,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melalui keterangan resmi, Minggu (8/9).

Adapun, salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut ialah perkembangan implementasi Persetujuan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP).

Para Menteri menyambut baik penandatanganan The First Protocol to Amend AJCEP Agreement pada 24 April 2019 lalu, yang menggabungkan berbagai elemen perdagangan jasa dan investasi ke dalam Persetujuan AJCEP.

Para Menteri berkomitmen segera menyelesaikan proses ratifikasi persetujuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Enggartiasto menjelaskan  laporan berbagai proyek kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Jepang yang turut melibatkan sektor swasta seperti The Federation of Japanese Chambers of Commerce and Industry in ASEAN (FJCCIA), ASEAN-Japan Innovation Network (AJIN), dan AEM-METI Economic and Industrial Cooperation Committee (AMEICC).

Fokus utama berbagai kerja sama ekonomi itu adalah untuk memaksimalkan pemanfaatan Revolusi Industri 4.0. Jepang mengusulkan dibentuknya ASEAN-Japan 4.0. Industrial Revolution Dialogue yang berfungsi sebagai wadah diskusi kebijakan terkait serta tempat bertukar informasi dan pengalaman antara pemerintah dan pelaku usaha.

Sebagai negara yang kuat di sektor usaha kecil menengah (UKM), Jepang sangat mendorong ASEAN lebih serius dalam mengoptimalkan teknologi digital bagi para pelaku UMKM.

"Ini adalah peluang yang harus diambil dan dimaksimalkan. Kita harus bisa menyinergikan semua proyek pengembangan ekonomi dengan sebaik mungkin sehingga The ASEAN Action Plan on Digital Integration 2019-2025 bisa berjalan baik,” jelas Enggartiasto. (OL-09).

BERITA TERKAIT