08 September 2019, 15:30 WIB

Krisis Air Bersih Meluas di Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Truk tangki BPBD Klaten melakukan pengedropan air bersih untuk membantu warga yang mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Kemalang.

KRISIS air bersih di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meluas. Kini, sebanyak 15 desa di enam kecamatan yang terdampak musim kemarau tersebut.

Untuk membantu warga di daerah kekeringan, BPBD Klaten hingga pekan lalu telah melakukan dropping air total sebanyak 405 tangki atau 2.025.000 liter.

Data BPBD Klaten, kekeringan telah terjadi sejak tiga bulan lalu.  Terutama di wilayah Kecamatan Kemalang yang meliputi 5 desa dan Jatinom 4 desa.

Menyusul kemudian di Kecamatan Karangnongko, 1 desa; Karangdowo, 1 desa; Bayat 3 desa; dan Cawas, 1 desa. Total 15 desa yang mengalami krisis air bersih.

Baca juga: Kebakaran Hutan Meluas, Polres Lembata Siapkan Langkah Hukum

Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sip Anwar, Minggu (8/9), membenarkan krisis air bersih saat ini telah melanda 15 desa di enam kecamatan tersebut.

Kekeringan terparah Desa Sidorejo, Tegalmulyo, Balerante, Kendalsari, dan Tlogowatu di Kecamatan Kemalang, dan telah dibantu air bersih total 151 tangki.

Pun Desa Bandungan, Socokangsi, Beteng, dan Temuireng di Kecamatan Jatinom, yang hingga saat ini  telah digelontor bantuan air bersih 163 tangki.

"Selain BPBD Klaten, dropping air juga dilakukan instansi lain, swasta, dan organisasi masyarakat. Tapi, kegiatan sosial mereka tidak dilaporkan ke BPBD Klaten," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT