08 September 2019, 12:15 WIB

TeKo Nang Jawa Mampir di Solo


Basuki Eka Purnama | Humaniora

Dok KCCI
 Dok KCCI
Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom bersama rombongan TeKo Neng Jawa

KUNJUNGAN Duta Besar (Dubes) Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim Chang-beom bersama rombongan Teman Korea (TeKo) Nang Jawa ke Solo mendapatkan sambutan yang hangat dan meriah.

Begitu juga dengan beragam aktivitas kebudayaan dan pertunjukan dari Korsel yang dihadirkan meraih respons positif dari para pengunjung Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 pada 5-7 September 2019 di Benteng Vastenburg.

Dubes Kim menjelaskan, Kedubes Korsel meluncurkan kegiatan diplomasi publik.

“Kedubes kami meluncurkan diplomasi publik yang disebut Teman Korea Nang Jawa atau TeKo Nang Jawa,” ucapnya.

Salah satu kota yang disinggahi adalah Surakarta.

Baca juga: Sekolah Sukma Bangsa Pidie Gencarkan Gerakan Pakai Tumbler

Ia pun menambahkan, “Kota Surakarta adalah kota budaya yang terkenal. Hal ini juga dikenal di kalangan seniman di Korea. Makan sayur tidak enak tanpa garam, begitu pula hidup tidak enak tanpa musik. Artinya, hidup kita ini akan terasa hampa tanpa musik dan seni.”

Kehadiran ke Solo kali ini berupa penampilan tari tradisional oleh Chun Seul Dance Company.

Tarian tradisional yang bernama Samgomu membuka acara, setelah sebelumnya dilakukan prosesi peresmian SIPA 2019 yang diikuti juga oleh Dubes Kim dan YouTuber Jang Hansol.

Selain pertunjukan, para pengunjung SIPA 2019 juga disuguhi aktivitas kebudayaan Korea oleh Korean Cultural Center Indonesia.

Meski harus mengantre, para pengunjung tetap berbondong-bondong menunjukkan minat terhadap aktivitas mencoba pakaian tradisional Korea, Hanbok.

Melinda, salah satunya, yang datang dari Yogyakarta mencoba Hanbok dan berfoto bersama teman-temannya.

“Walau harus mengantre tapi berakhir puas karena bisa foto-foto mengenakan Hanbok,” tutur Melinda.

Selain Hanbok, KCCI juga memperkenalkan permainan tradisional Tuho (melempar anak panah ke dalam sebuah tempayan atau lubang dari jarak tertentu).

Di samping itu, para pengunjung dapat membuat souvenir di booth KCCI, seperti tas bergambar Taegukgi yang diwarnai sendiri oleh pengunjung di tempat acara, boneka kertas yang dirakit sendiri, merchandise TeKo Nang Jawa, hingga makanan ringan Korea.

“Aktivitasnya seru dan saya bisa bawa pulang souvenir,” kata Azizah yang merupakan warga Solo.

Korean Food (K-Food) yang ikut dalam rombongan TeKo Nang Jawa turut hadir dalam pelaksanaan SIPA 2019 hari pertama.

K-Food Truck menyajikan Tteokbokki dan Odeng secara gratis bagi para pengunjung.
 
Tidak hanya dari Solo dan Yogyakarta, pengunjung SIPA 2019 yang turut mampir ke booth KCCI berasal dari beragam kota lain, seperti Magelang, Boyolali, dan Jakarta.

Direktur Korean Cultural Center Indonesia Chun Youngpoung berharap agar kegiatan yang dipersembahkan oleh KCCI dalam memperkenalkan kebudayaan Korea dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi. (RO/OL-2)

BERITA TERKAIT