08 September 2019, 10:50 WIB

Penetapkan Kawasan Industri Brebes Dorong Pertumbuhan Ekonomi


Supardji Rasban | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Bupati Brebes Idza Priyanti saat memberi sambutan.

DITETAPKANNYA Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) diharapkan bisa mengerek pertumbuhan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes yang tadinya hanya 0,5% per tahun diharapkan bisa meloncat menjadi 7%.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Brebes, Idza Priyanti, pada rapat identifikasi kebutuhan program kegiatan, dalam rangka percepatan
pembangunan Kabupaten Brebes di Brebes, Jateng, Sabtu (7/9).

Tentunya, peluang dan tantangan tersebut harus disikapi dengan berbagai langkah strategis yang membumi sehingga bisa dirasakan manfaatnya
oleh masyarakat Brebes.

"Kawasan industri Brebes seluas 3.700 hekatare, akan memacu tumbuhnya perekonomian masyarakat," ujar Idza.

Idza menyampaikan Jokowi memerintahkan perintah langsung untuk menjadikan Brebes sebagai kawasan industri baru guna mendorong tumbuhnya
investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, lanjut Idza, pihaknya harus lari kencang bahkan meloncat untuk melalui tahap persiapan. Ada 14 item yang harus digarap saat
ini hingga 2024 di antaranya kesiapan lahan, tenaga kerja, energi kelistrikan, telekomunikasi, sanitasi, jaringan transportasi, perumahan pemukiman,
pembuangan sampah dan kebutuhan air baku.

"Brebes akan mengusulkan berbagai kebutuhan tersebut kepada Presiden, karena tidak bisa dipenuhi oleh daerah akibat keterbatasan anggaran,"
tuturnya.

Dengan KIB, Idza berharap pertumbuhan ekonomi Brebes yang semula 0,5% menjadi 7%. Dengan pertumbuhan yang besar, Ia mengatakan ada  dampak sosial dari ekses lainnya. Karena itu, perlu rapoat untuk membahas persoalan tersebut perlu yang ditawarkan.

Yang jelas, Brebes menjadi Kawasan Industri di Jateng selain Kendal dan Borobudur yang digarap secara bersama-sama antara Pemkab Brebes, Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat.

"Yang lebih penting juga adanya penyerapan pengangguran Brebes yang saat ini mencapai 8,47%," terangnya.

Idza menyebut ada banyak langkah yang akan dibangun untuk mendukung KIB tersebut. Langkah tersebut di antarnya merampungkan  jalan lingkar utara (jalingkut), fly over Pejagan, Pelabuhan Tegal, Jalun kereta api ke pelabuhan, dan ketercukupan rumah hunian pekerja.

langkah lain adalah pembangunan bendungan karet Pemali, bendungan karet Babakan, normalisasi waduk Malahayu, pembuatan waduk Bantarkawung, distribusi pipa gas Cirebon-Semarang, gardu induk listrik Ketanggungan, PLTGU Batang, Terminal Agro Pemalang, dan Pariwisata Guci, Jalan akses ke jalan tol dengan peningkatan kualitas dan peningkatan kelas jalan dan lain-lain.

Rapat yang dipimpin langsung Bupati Brebes tersebut, didampingi Sekda Brebes Djoko Gunawan dan kepala Baperlitbangda Angkatno. Hasil rapat akan menjadi bahan usulan pada rapat tingkat Provinsi Jateng pada Selasa (10/9) di Semarang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima usulan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk mengembangkan tiga kabupaten, yakni
Magelang, Brebes, dan Kendal, sebagai sentra industri.

Pengembangan industri di Jateng tersebut sedang dikejar untuk bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sebagai pembanding, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 7,0 persen membutuhkan investasi hingga Rp 700 triliun di Jawa Tengah. (OL-09)

BERITA TERKAIT