08 September 2019, 09:43 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Polres Lembata Siapkan Langkah Hukum


Alexander P. Taum | Nusantara

MI/Alexander P. Taum
 MI/Alexander P. Taum
Pengejaran pelaku pembakaran kawasan hutan dan lahan di Lembata. Nusa Tenggara Timur.

KEPOLISIAN Resort Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mempersiapkan langkah hukum guna menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan yang terus terjadi belakangan ini di Lembata.

Namun kepolisian Lembata tidak mau gegabah dalam proses hukum terhadap para pelaku.

Untuk memberi efek jera terutama kepada para pelaku yang sengaja membakar hutan dan lahan, langkah hukum adalah cara tepat disamping proses penyadaran terus menerus oleh semua pihak tentang pentingnya hutan bagi kehidupan manusia.

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora, melalui Kasatreskrim Iptu, Komang Sukamara, SH, kepada Media Indonesia, Sabtu (8/9) malam, mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan langkah hukum guna meringkus pelaku pembakar hutan dan lahan.

"Kita akan lihat kasusnya terlebih dahulu. Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Desa Bakalerek seperti yang diberitakan Media Indonesia kemarin, kita akan turun ke lapangan guna mengumpulkan informasi, bahan, dan keterangan,"  tegas Kasatreskrim Iptu, Komang Sukamara, SH.

"Kita mengumpulkan informasi seperti luas hutan dan lahan yang terbakar, kerugian yang ditimbulkan serta indikasi perbuatan pelaku entah sengaja atau tidak, kita akan lihat nanti. Jika cukup bukti kita proses hukum," tambah Komang.

Sementara itu, Kepala UPT Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) Kabupaten Lembata, NTT, Linus Lawe menyambut baik langkah hukum yang dipersiapkan apparat Kepolisian resort Lembata. Langkah awalnya adalah dengan mendata ulang seluruh lokasi terdampak kebakaran.

Pihaknya bersama aparat Kepolisian Resort Lembata siap mendata ulang seluruh lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pendataan itu dilakukan tidak hanya
dalam Kawasan hutan lindung, tetapi juga pada lahan milik warga yang ikut terbakar.

Akurasi dalam mendata luas lahan terbakar itu penting guna mendorong perbaikan kawasan hutan maupun lahan warga yang rusak akibat peristiwa karhutla tahun ini.

"Kemarin data yang saya sampaikan tentang luas lahan yang terbakar di wilayah Desa Bakalerek adalah data perkiraan. Karena pada saat itu dengan keterbatasan tenaga, kami masih konsentrasi memadamkan api. Kita Bersama apparat Polres Lembata, Pol PP dan TNI akan buatkan tabulasi dan pengukuran luas lahan yang terbakar agar menghasilkan data yang akurat," ujar Linus Lawe, Kepala UPT KPH Kabupaten Lembata.

Linus Lawe mengatakan, data luas lahan yang terbakar yang diberitakan adalah data satelit berupa hot spot. Namun data hot spot itu diakui perlu diukur ulang di Lokasi yang terbakar. Namun pihaknya menegaskan bahwa Luas lahan terdampak karhutla di Lembata terus bertambah.

"Memang luas lahan terdapak karhutla tahun ini semakin meningkat dari hari ke hari. Salah satu factor penyebabnya adalah para petani sedang mempersiapkan lahan untuk persiapan musim hujan nanti," jelas Linus.

"Persiapan musim tanam itu masih dengan pola tebas bakar. Sangat berpotensi untuk merambat keluar lahan yang sedang dikerjakan. Selain itu faktor ketidaksengajaan warga, bisa juga karena faktor panas yang berlebihan," ujar Linus Lawe.

KPH mengapresiasi langkah hukum yang sedang dipersiapkan Polres Lembata.  "Saya mengapresiasi kalau teman-teman di Polres mempersiapkan langkah hukum untuk meringkus pelaku karhutla. Kita memang membutuhkan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat guna mengatasi peristiwa karhutla ini," ujar Linus. (OL-09).

 

BERITA TERKAIT