08 September 2019, 09:16 WIB

Bawaslu Masuk Jadi Anggota Asosiasi Badan Pemilu Dunia (A-WEB)


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Antara/Hafidz A Mubarak
 Antara/Hafidz A Mubarak
Ketua Bawaslu Abhan menyampaikan keterangan pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung MK.

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Indoneaia mendapatkan masuk menjadi anggota Association of World Election Bodies (A-WEB) di India.

Pengakuan dari lembaga atau organisasi penyelenggara teknis bermarkas di Song-do, Korea Selatan ini merupakan pengakuan internasional bagi institusi pengawas pemilu dari Indonesia. Kini A-WEB yang dipimpin Sunil Arora dari India beranggotakan 106 negara di seluruh dunua,  

Menurut Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, sejumlah negara yang memiliki lembaga mirip Bawaslu, di antaranya lambaga pengawas pemilu di Meksiko dan Afghanistan. Namun lembaga pengawas  pemilu dari Meksiko lebih berorientasi ke peradilan pemilu.

Afifuddin mengatakan perwakilan dari negara-negara lain banyak mempertanyakan kehadiran Bawaslu Indonesia dalam gelaran pemilu.

Pertanyaan tersebut dilontarkan pada pertemuan koalisi penyelenggara pemilu dan LSM internasional di Sri Lanka. Beberapa peserta menanyakan alasan Indonesia mempertahankan Bawaslu.

"Saya menceritakan di Indonesia juga ada  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKKP).  Bawaslu dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Terus tambah bingunglah mereka itu," ungkap Afifuddin dalam keterangan resmi, Minggu (8/9).

Bagi Afif, Bawaslu masuk menjadi anggota  A-WEB sangat penting. Alasannnya, Bawaslu memliki ruang strategis untuk menjelaskan ke dunia internasional tentang keberadaan pengawas pemilu.

"Ini merupakan capaian atau keberhasilan kolektif kolegial kita bersama," pungkasnya. (OL-09).

BERITA TERKAIT