08 September 2019, 05:40 WIB

Fakhri Evaluasi Antisipasi Bola Mati


(Des/R-2) | Sepak Bola

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pelatih kepala timnas U-19 Indonesia Fakhri Husaini 

KEKALAHAN 2-4 dari Iran U-19, kemarin, menjadi bahan evaluasi bagi Fakhri Husaini, pelatih tim nasional U-19 Indonesia, yakni antisipasi permainan saat situasi bola mati.

Pada laga uji coba yang dilangsungkan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, empat gol yang dicetak Iran, dua di antaranya berawal dari situasi bola mati. Menurut Fakhri, gol pertama lewat penalti, kedua dari tendangan sudut, dan ketiga dari sebuah tendang­an bebas. Hanya gol keempat yang lahir dari open play.

“Ini akan menjadi catatan dan evaluasi buat kami. Bagaimana harus bermain lebih tenang ketika menghadapi  lawan dengan postur yang tinggi,” jelas Fakhri, salah satu playmaker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Evaluasi dibutuhkan untuk menghadapi laga kedua melawan tim yang sama. Namun, kali ini ‘Garuda Nusantara’ bakal menjamu Iran U-19 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (11/9) .

Pada laga kemarin, Fakhri menurunkan pemain yang masih minim tampil sejak menit awal. Pemain inti seperti David Maulana, Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, dan Brylian Aldama tidak dimainkan sebagai starter.

Iran yang tampil dominan dan terus menekan akhirnya membuka keunggulan. Gol itu hasil penalti Yasin Salmani di menit ke-15 setelah Rizky Ridho melanggar Ali Sobhani di kotak terlarang.

Selepas turun minum, pasukan muda Indonesia hanya butuh 1 menit untuk menyamakan keduduk­an. Serangan cepat Beckham Putra menerobos hingga kotak penalti dan sodoran bola silang disambut sepakan keras Fajar Fathur Rachman untuk menjebol gawang Iran.

Namun, posisi imbang itu tidak berlangsung lama karena Iran di menit ke-50 membobol gawang Indonesia melalui tandukan Sobhani. Disusul dua gol tambahan yang dicetak Aria Barzega pada menit ke-58 dan Hashemnezhad Rahimabadi pada menit ke-60. Sementara itu, Indonesia hanya mampu membalas satu gol yang dilesakkan pemain pengganti, Bagus Kahfi, 4 menit sebelum bubaran. (Des/R-2)

BERITA TERKAIT