08 September 2019, 03:35 WIB

Orang Utan dan Luwak Wakili Indonesia


(Riz/M-4) | Weekend

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Kei Imazu Seniman asal Jepang

DARI beragam karya seni yang dipamerkan dalam acara Art Jakarta yang berlangsung pada 30 Agustus 2019 hingga 1 September 2019 di Jakarta Convetion Center, ada karya seni yang menarik perhatian Media Indonesia, yaitu dua buah lukisan karya seniman asal Jepang bernama Kei Imazu. Ada dua buah lukisannya yang dipamerkannya, berjudul Reading Book with Coffee dan Fresh Mango.

Karya itu menurut Imazu mendapatkan banyak referensi dari internet. “Saya mengumpulkan banyak informasi kemudian membuat komposisi­nya menggunakan Photoshop dan melukisnya di kanvas dengan cat minyak,” ungkapnya saat ditemui khusus oleh Media Indonesia dalam acara Art Jakarta di JCC Senayan, Jumat (30/8).

Untuk karyanya yang berjudul Reading Book with Cofee, Imazu memadukan aneka gambar yang identik dengan Indonesia, yaitu orang utan, luwak, yang diambil dari bungkus kopi luwak, foto kue kering chocolate eclair karya Jo Ann Callis, gambar patung yang sedang memegang cangkir kopi yang diambil dari Temple Terraces di Myus, Turki, yang merupakan sebuah karya di 600 sebelum masehi, gambar terakota asal India yang menampilkan figur membaca buku, dan lain sebagainya. 

Semua gambar tersebut di gabung dalam sebuah lukisan yang komposisinya diatur menggunakan Photoshop, kemudian diusapkannya aneka warna di atas kanvas yang menyatu dengan gambar-gambar itu. Imazu menjelaskan dirinya memang menyenangi objek gambar-gambar patung atau monumen bersejarah yang menggambarkan tentang aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Patung-patung itu merefleksikan kehidupan sehari-hari, kehidupan yang kontemporer. Saya mulai berkaya seperti ini sejak lima tahun yang lalu. Untuk melukisnya membutuhkan waktu sekitar 10 hari, tapi mendapatkan ide, konsep, dan risetnya itu memakan waktu yang lama,” imbuh seniman asal Jepang yang setahun belakangan pindah ke Indonesia tersebut.

Karyanya yang kedua berjudul Fresh Mango menceritakan tentang siklus kehidupan manusia dan masa kehamilannya. Lukisan tersebut paduan dari gambar buah mangga yang merupakan buah favoritnya, gambar relief yang dihasilkan dari tembakan-tembakan kelompok ISIS, gambar bebatuan artefak yang dihancurkan di Suriah selama Perang Dunia II, serta sebuah gambar mahakarya buatan Caraviaggio yang dibuat pada 1609, tapi dicuri pada 18 Oktober 1969 dan sampai sekarang belum ditemukan. Paduan gambar tersebut kemudian dikombinasikan dengan goresan-gores­an cat minyak berwarna cokelat dan krem yang dominan di atas kanvas berukuran 190 cm x 140 cm.

Bagi perempuan yang tengah mengandung tujuh bulan tersebut, menjelaskan hasil karyanya bisa dibilang perpaduan dari gaya kontemporer dan abstrak.

“Abstrak dan kontemporer itu berbeda, tetapi bisa saja dibilang abstrak berdasarkan pada kompoisinya dan goresan kuasnya, dan kontemporer­nya lebih kepada konsepnya, bagai­mana menggambarkan konsepnya dan menerjemahkannya menjadi sebuah lukisan,” jelasnya.

Dirinya pun menjelaskan alasan mengapa menggunakan bantuan Photoshop. Baginya, Photoshop bisa memiliki berbagai fungsi yang dapat dimanfaatkan sebagai media seni. (Riz/M-4)
 

BERITA TERKAIT