07 September 2019, 15:00 WIB

Ogah Seremonial yang Formal


Arnoldus Dhae | Hiburan

ANTARA/AJI STYAWAN
 ANTARA/AJI STYAWAN
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono, 64, terkenal sebagai sosok yang nyentrik. Menteri yang hobi bermain gitar itu memang dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Hal ini terlihat saat ia mengunjungi proyek shortcut Mengwitani-Singaraja pada Minggu (1/9).

Ketika datang ke shortcut di wilayah Gitgit, Buleleng, Basuki tampil ramah dan membumi. Ia tampak dekat dengan para kontraktor lapangan, pekerja, dan pejabat setempat yang hadir.

Berbagai persoalan ditanggapi dengan lelucon. Saat bertemu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Basuki menggodanya dengan guyon. "Pak Bupati kasihan. Hari Minggu seperti ini harus terus bekerja," kata Basuki. Suradnyana juga tidak kalah lucu menanggapi. "Untuk shortcut ke Singaraja saya siap bekerja siang dan malam Pak Menteri, biar cepat selesai," ujarnya.

Saat di lokasi, Basuki melayani pertanyaan wartawan dengan sabar. Pria kelahiran Surakarta, 5 November 1954, itu tak segan melayani permintaan swafoto dari tamu yang hadir dan masyarakat umum.

Kejadian unik terjadi ketika Basuki meninjau shortcut di samping Danau Beratan Bedugul. Ia dengan saksama mendengarkan penjelasan dari kepala proyek tentang keamanan dan kenyaman untuk memasuki area proyek. Saat memasuki area galian yang berjarak 700 meter dari lokasi aman, Basuki memilih naik sepeda motor.

Usia Basuki yang sudah paruh baya sama sekali tidak menyurutkan nyalinya untuk menggunakan sepeda motor melintasi jalan yang penuh material galian. Bukannya dibonceng petugas, menteri yang lama tinggal di Papua itu justru membonceng petugas menggunakan sepeda motor.

Makan di angkringan

Kunjungan Basuki ke Waduk Sidan di Gianyar, Bangli, Badung, juga meninggalkan cerita menarik. Basuki mendapatkan penjelasan perkembangan pembangunan waduk yang akan menyuplai air bersih ke Badung dan Denpasar tersebut.

Di dalam posko dan kantor, seluruh petugas siaga. Ruangan ber-AC beserta hidangan sudah disiapkan untuk pertemuan Basuki bersama jajaran petugas waduk. Seusai penjelasan, alih-alih menuju ruangan, sang menteri ternyata berbelok arah. Ia memilih duduk di warung angkringan yang terletak di ujung kantor. Tidak lama, Basuki langsung memesan susu jahe panas khas Bali.

Aksi nyentrik iut mau tak mau diikuti pejabat lain. Pembicaraan proyek berlangsung di warung angkringan, sambil makan durian. Cuaca panas pun tak menghalangi berlangsungnya diskusi. Seusai ngobrol, Basuki dan jajar annya langsung beralih menuju lokasi waduk.

Di sela-sela kesibukannya, Basuki meluangkan waktu mengobrol dengan media. Menurut Basuki, dirinya sangat dekat dengan orang Papua. "Saya sekolah SMP dan SMA di Papua. Saya sedih melihat kondisi Papua yang rusuh beberapa waktu lalu. Saya kenal dekat dengan anak-anak Papua karena saya memang lama tinggal lama di sana," terang Basuki yang mendapatkan gelar doktoralnya dari Colorado State University, Amerika Serikat.

Saat ditanya apakah pernah berkomunikasi soal kerusuhan dengan anak Papua, ia mengatakan tidak mau masuk terlalu jauh dalam persoalan politik. "Kerusuhan Papua itu masuk wilayah politik. Saya tidak paham yang begituan. Saya prihatin. Komunikasi pribadi dengan banyak pejabat asal Papua, baik yang di Jakarta maupun yang di Papua terus dilakukan.

Kami sudah seperti saudara," ujarnya.

Basuki dipilih menjadi Menteri PU-Pera kabinet Jokowi 2014-2019 saat sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum. "Saya tidak pernah terpikir menjadi menteri. Kalau jadi dirjen, saya sering bercanda dengan teman karena memang jabatan tertinggi bagi PNS itu ya eselon 1," ujar Basuki yang dijuluki Presiden Jokowi sebagai Deandels baru. (H-3)

BERITA TERKAIT