07 September 2019, 14:05 WIB

Bangkit Kembangkan Potensi Desa


Lilik Darmawan | Nusantara

ANTARA/BASRI MARZUKI
 ANTARA/BASRI MARZUKI
Pengendara melintas di jalan hasil penimbunan di atas sungai di Desa Pombewe, salah satu desa tertinggal di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah,

DESA Jingkang di Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), mulai bangkit dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki. Dengan cara itu, desa terpencil di perbukitan dan dikenal miskin itu optimistis akan berkembang menjadi desa sejahtera.

Pemerintah desa (pemdes) setempat kini bahkan telah merancang alokasi dana desa yang mencapai Rp1,2 miliar untuk mengentaskan desa dari kemiskinan, antara lain melalui pengembangan wisata dan pemberdayaan masyarakat.

"Dengan dana desa yang mencapai Rp1,2 miliar, kami akan membangun infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya, pembuatan fasilitas wisata di Gunung Beser dan pelatihan kepada masyarakat desa," kata Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Jingkang Iqbal Rifangi, Kamis (5/9).

Ia menjelaskan, saat ini kawasan wisata Gunung Beser memang sudah dibuka bagi mereka yang ingin menikmati panorama alam berupa hutan, gunung, dan lembah. Namun, untuk sementara pengunjung tidak dikenai biaya karena lokasi belum dilengkapi fasilitas.

"Setelah dibenahi dan dilengkapi fasilitasnya, pengunjung lokasi wisata Gunung Beser akan ditarik biaya," tuturnya.

Selain untuk mengembangkan wisata alam, dana desa juga dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat melalu pelatihan-pelatihan. Apalagi, ujarnya, Desa Jingkang memiliki beberapa komo-ditas yang belum dipasarkan dengan baik, antara lain kopi, gula aren, dan bunga sorgum sebagai bahan baku sapu.

Menurut Iqbal, biasanya sapu berbahan baku bunga sorgum bisa menembus pasar luar negeri. Namun, saat ini masyarakat kebanyakan menjual bunga sorgum dalam bentuk bahan bakunya. Karena itu, untuk meningkatkan nilai tambah bunga sorgum dan pemasarannya, masyarakat akan diberi pelatihan pembuatan sapu berkualitas.

"Petani kopi juga akan diberi pelatihan menyangrai atau roasting kopi sampai pengepakannya," ujarnya. Pelatihan, tambahnya, merupakan bagian dari pemberdayaan agar warga dapat menjual potensi yang ada dengan nilai lebih tinggi.

Lakukan inovasi

Bupati Lamongan, Jawa Timur, Fadeli, mengingatkan para kepala desa di wilayahnya agar dana desa tidak hanya dihabiskan untuk program pembangunan fisik, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat secara luas. Hal itu ia sampaikan saat memberikan pengarahan kepada para calon kepela desa di kabupaten setempat, Kamis (5/9) petang.

Menurut Fadeli, kemajuan pembangunan di Kabupaten Lamongan selama ini ditunjang pembangunan yang ada di desa. Karena itu, mereka yang akan menjadi kepala desa agar memberdayakan ekonomi di wilayah masing-masing.

"Gunakan juga dana desa untuk pemberdayaan ekonomi, seperti BUM-Des (badan usaha milik desa)," ujarnya. Karena itu, lanjutnya, kepala desa harus membuat berbagai inovasi dari sumber daya alam yang ada. Serapan dana desa di Kab Lamongan tahun ini ditargetkan maksimal, yakni melampaui tahun lalu yang tercatat 99, 91% dari total alokasi Rp321 miliar. (YK/N-1)

BERITA TERKAIT