04 September 2019, 18:34 WIB

Jepang Investasi USD Miliar untuk Daur Ulang Baterai


Sri Utami | Humaniora

PEMERINTAH meneken kesepakatan investasi senilai USD4 miliar dengan perusahaan asal Jepang untuk melakukan daur ulang baterai kendaraan bermotor litium. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan seusai membuka Electric Motor Show 2019 di Jakarta, Rabu (4/9).

"Sudah di Morowali investasinya dan tanda tangan USD4 miliar untuk daur ulang litium baterai sehingga nanti 98% masih bisa digunakan.  Begitu nikel dibanned (dilarang) mereka tidak bisa buat di tempat lain maka mereka buat di sini.  Mereka tidak bisa buat di kampungnya, buat di situ saja," ungkapnya.

Menurut Luhut, ia diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk memudahkan berbagai prosedur investasi tersebut

"Perintah presiden prosedur dibuat mudah  Apalagi nanti akan ada terobosan pajak yang bisa membuat lebih transparan dengan IT. Apalagi dengan Tax Amnesti," imbuhnya

Pabrik baterai yang berlokasi di Morowali Sulawesi Tengah ke depan akan menyuplai kebutuhan perusahaan kendaraan bermotor dunia. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), lanjutnya, memiliki peran penting untuk dapat mengedepankan teknologi yang dibuat oleh anak bangsa.

"BPPT kita hubungkan ada supply chain  yang selama ini tidak punya. Maka kita punya nikel ini dari katoda hingga ke litium mobil listrik. Untuk pengisian  charging saya minta gunakan teknologi dari BPPT dan harus bersaing," tukasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT