03 September 2019, 12:53 WIB

Ki Manteb Bangga Wayang Bisa Tampil di Istana


Widjajadi | Nusantara

"KESENIAN tradisional wayang kulit harus bisa mengharumkan nama bangsa. Itu pesan kuat dari Istana Negara sebelum saya naik panggung dengan lakon Narayana Jumeneng Nata. Dan karena pesan itu pula, saya harus mampu memberikan out put terbaik bagi penggemar wayang di Tanah Air, agar wayang kulit benar benar mampu menjadi tontonan dan juga tuntunan," kenang Ki Manteb Soedharsono menuturkan gelaran wayang kulit tanggapan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada 2 Agustus 2019 lalu.

Sang maestro dalang dari Desa Doplang, Karangpandang, Kabupaten Karanganyar itu, perlu mengungkit pesan itu ke tengah masyarakat. Mengingat beberapa waktu silam, pernah muncul spanduk intimidatif, yang melarang wayang kulit menjadi tontonan, karena dianggap bukan budaya (Islam) dan bukan syariat Islam.

Spanduk provokasi itu menurut Manteb, memang tidak pantas untuk ditanggapi kalangan dalang. Namun begitu, sebagai duta kesenian tradisional, masyarakat harus dikuatkan hatinya, agar tidak terpangaruh dan tetap setia menjadi penikmat pertunjukkan wayang kulit yang penuh dengan tuntunan kehidupan.

Manteb sangat tidak ingin,jika budaya asli Nusantara ini menjadi surut, dan kemudian malah diklaim negara lain seperti Malaysia, lalu masyarakat menyalahkan pemerintahnya sendiri. Apalagi wayang kulit sebagai budaya tradisional, sudah diakui dan ditetapkan oleh Unesco sejak 2003, menjadi warisan budaya dunia.

"Saya sendiri sebagai dalang wayang kulit juga mendapatkan pengakuan dari Unesco. Bahkan sering ditanggap dunia internasional.Ini menjadi bukti, bahwa kesenian wayang kulit itu kini semakin tidak memiliki batas penikmat, karena dunia internasional pun sudah mengakui. Sehingga ketika  ada oknum tidak bertanggung jawab mengeluarkan larangan, harus dilawan bersama," imbuh seniman sepuh yang baru saja ulang tahun itu.

baca juga: Ratusan Pelanggar Lalin Terjaring Razia

Dia sangat bangga dengan Presiden Jokowi, yang begitu terbuka memberikan kesempatan mbabar pertunjukan wayang kulit di halaman Istana Negara pada 2 Agustus silam. Keterbukaan kepala negara itu, diyakini akan menular ke daerah-daerah, sehingga nafas kesenian wayang kulit sebagai corong  informasi yang fleksibel bagi masyarakat, akan bertambah kuat. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT