01 September 2019, 18:00 WIB

Jemaah Rela Belanja Banyak di Tanah Suci karena Bawa Berkah


Sitria Hamid, laporan dari Arab Saudi | Haji

JEMAAH Haji Indonesia gelombang dua mulai diberangkatkan kembali ke tanah air pada, Jumat (30/8). Jemaah haji yang membawa barang melebihi ketentuan 32 kg mengirimkan barangnya melalui kargo.

Marlian, 54, dan istrinya Yohana, 51, asal embarkasi PLM (Palembang) 16, memilih pengiriman barang belanjaanya melalui kargo karena berat belanjaannya selama di tanah suci mencapai 55 kg.

Baca juga: Pemulangan Jemaah Haji Gelombang Satu dari Jeddah Berakhir

"Kalau sudah belanja tidak bisa mengerem, barang yang sudah di kargo di Mekah 30 kg, di Madinah 25 kg, barang yang saya tenteng di bagasi 29 kg, istri saya tenteng 22 kg. Rencana awal tidak mau belanja, tapi sampai sini terpancing belanja," kata Marlian, sambil tersenyum saat diwawancarai, Jumat (30/8) sore, di Madinah.

Menurut dia, istrinya Yohana tidak bisa mengerem belanja, terutama ketika berbelanja pakaian karena banyak sekali keluarga dan teman teman yang ingin mereka bawakan oleh-oleh dari tanah suci. Dia mengatakan, memberi oleh-oleh dari tanah suci merupakan suatu keberkahan.

"Paling banyak belanja baju, dan makanan, seperti kurma, tapi mayoritas belanjaan beli baju," kata Marlian, yang berasal dari Ogan Komering Ilir itu.

Biaya belanja yang mencapai Rp30 juta tersebut berasal dari living cost Marlian dan istrinya. Selain itu, kata dia, juga berasal dari tabungannya, dan uang dari bupatinya. Menurut dia, semua jemaah haji dari Ogan Komering Ilir mendapat uang saku Rp1 juta dari bupatinya.

"Saya punya 5 saudara, istri saya 5 saudaranya, belum lagi teman-teman kantor, kami belanja untuk mendapat berkah Madinah dan Mekah. Barang-barang dari tanah suci bawa berkah," katanya lagi.

Sesuai jadwal, Marlian, dan istrinya kembali ke tanah air pada Minggu (1/9). Dia mengaku senang bisa kembali berjumpa dengan keluarganya. Namun, di sisi lain Marlian dan istrinya mengaku juga sedih meninggalkan Kota Mekah dan Madinah. Karena, untuk mencapai tanah suci dirinya menunggu selama 8 tahun, dan entah kapan bisa kembali lagi.

"Walaupun (sudah) 40 hari berada di Mekah dan Madinah, tapi ingin lebih lama lagi tinggal di sini (tanah suci), karena aturan harus pulang, sedih sekali meninggalkan Madinah ini," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga: Berton-ton Air Zamzam Disita dari Koper Jemaah Haji

Menurut Marlian yang berasal dari Ogan Komering Ilir Palembang itu, setelah selesai arbain (solat 40 waktu) di Masjid Nabawi, Sabtu (31/8) sore, dirinya berangkat bersama istrinya Yuhana, 51, ke Bandara Madinah pada malam harinya, dan terbang ke tanah air Minggu (1/9) pagi.

"Di Ogan Komering Ilir sekarang untuk pergi haji antrinya 15 tahun, saya berdoa di Raudhah Masjid Nabawi supaya bisa diundang kembali ke tanah suci," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT