01 September 2019, 05:30 WIB

NASA Resmi Pasang Helikopter di Pesawat Luar Angkasa


Lufthi Anggraeni | Weekend

NASA mengumumkan bahwa Mars Helicopter telah dipasangkan di Mars Rover, yang akan dikirimkannya ke planet berwarna merah tersebut pada tahun 2020 mendatang. Mars Rover 2020 dijadwalkan mendarat di Mars pada bulan Februari 2021 mendatang.
 
Jika berjalan sesuai rencana, helikopter akan menjadi pesawat udara pertama yang terbang di planet selain Bumi. Mars Helicopter disebut NASA akan mengembang dua tugas, pertama adalah untuk meneliti dampak kondisi Mars terhadap penerbangan.
 
Tugas kedua Mars Helicopter yaitu untuk membuktikan bahwa helikopter, drone dan pesawat udara lainnya dapat diterbangkan di planet tersebut. Setelah mengudara, helikopter berbekal kamera ini akan menampilkan proses kelangsungan survei di Mars via udara.

Manager proyek Mars Helicopter MiMi Aung menyebut bahwa timnya mengemban tugas untuk membuktikan bahwa penerbangan otonom yang dikendalikan dari jarak jauh dapat dieksekusi di atmosfer Mars yang sangat tipis.
 
Aung melanjutkan bahwa jika timnya berhasil membuktikan hal tersebut, helikopter Mars dapat memegang peran penting pada eksplorasi planet Mars selanjutnya. Sementara itu, informasi atmosfer Mars tipis yang disebutkan Aung mengindikasikan bahwa Mars Helicopter haruslah berbobot ringan namun bertenaga.
 
Helikopter ini menggunakan panel surya untuk mengisi daya baterai dan dilengkapi pemanas suhu terintegrasi untuk melawan suhu malam hari di Mars yang terkenal sangat dingin. Helikopter ini juga terbang tanpa bantuan kendali manusia secara langsung di dalam pesawat, dan baru dapat dikendalikan oleh manusia dari jarak beberapa juta kilometer.
 
NASA mengumumkan rencananya untuk memasangkan helikopter pada Mars Rover 2020 ini pertama kalinya pada tahun 2018 lalu, namun mengaku telah mengembangkan teknologi tersebut sejak tahun 2013.
 
Kunjungan NASA ke Mars sudah tidak terhitung sebab lembaga antariksa Amerika Serikat ini telah melakukan penelitian terhadap planet merah ini selama bertahun-tahun. Pada bulan Juni lalu, Curiosity Rover milik NASA mendeteksi metana dalam jumlah banyak dalam misinya menjelajah permukaan Mars.
 
Penemuan ini bisa jadi bukti bahwa ada mikroba yang hidup di bawah permukaan Mars. Ditemukannya metana di Mars memunculkan teori bahwa ada mikroba di bawah permukaan Mars yang menghasilkan metana.
 
Sementara itu, NASA juga mengumumkan kerja sama baru dengan sejumlah organisasi dirgantara, untuk mengembangkan teknologi lebih canggih terkait dengan pendaratan di planet lain, navigasi ke permukaan bulan, mengirimkan bahan bakar di luar angkasa, dan lainnya.
 
Sebanyak 13 perusahaan yang berhasil mengantongi 19 kerja sama dengan NASA melalui inisiatif Announcement of Collaborative Opportunity (ACO) milik badan antariksa Amerika Serikat ini.

(MMI)

BERITA TERKAIT