29 August 2019, 23:40 WIB

Vonis Berat Menanti Park Geun-hye


MI | Internasional

AFP
 AFP
Mantan presiden Korsel, Park Geun-hye

MAHKAMAH Agung Korea Selatan telah memerintahkan penyidangan kembali terhadap kasus yang menimpa mantan presiden Korsel, Park Geun-hye.

Park dinyatakan bersalah pada April 2018 atas kasus suap dan penyalahgunaan kekuasaan. Dia dijatuhi hukuman 24 tahun penjara, yang kemudian diperpanjang 12 bulan. Akan tetapi, Mahkamah Agung memutuskan harus ada vonis terpisah untuk kasus tuduhan suap.

"Kami kembali mengirimkan kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi Seoul," ujar kepala pengadilan, Kim Myeong-su.

Media Korea Selatan memperingatkan bahwa putusan kemarin itu mungkin tidak akan menguntungkan sang mantan presiden. Kemungkinan Park akan dihukum dalam dua putusan terpisah dan dengan masa hukuman lebih lama.

Mahkamah Agung juga memerintahkan pengadilan ulang terhadap penerus bisnis Samsung, Lee Jae-yong, dalam kasus suap yang sama.

Menerima suap

Proses peradilan pertama Park berlangsung 10 bulan, yang menyoroti hubungan gelap antara bisnis berskala besar dan politik di Korea Selatan.

Park dan rekan dekatnya, Choi Soon-sil, dituduh menerima suap dari para petinggi perusahaan sebagai imbalan atas perlakuan istimewa terhadap perusahaan-perusahaan tertentu.

Park, 67, memboikot sebagian besar laporan persidangan karena memprotes penahanan terhadap dirinya.

Pada April 2018, dia dihukum atas tuduhan menerima uang suap lebih dari US$20 juta dari sejumlah konglomerat Korsel. Tidak hanya itu, dia juga dituding membagikan dokumen rahasia negara dan 'daftar hitam' artis yang kritis terhadap kebijakannya, serta memecat beberapa pejabat yang berusaha melawan penyalahgunaan kekuasaan tersebut.

Anak perempuan dari diktaktor Park Chung-hee itu menjabat sebagai Presiden Korsel pada 2013, dengan dukungan warga karena dianggap sebagai ikon konservatif.

Namun, kurang dari empat tahun kepemimpinan, Park dituduh bersalah. Semua kekuatannya diambil dan dia digulingkan dari kursi presiden.

Hal tersebut tidak lepas dari protes massa selama berbulan-bulan yang terjadi di seluruh Korsel. Pengganti Park yang condong berhaluan kiri, Moon Jae-in, berhasil meraih kekuasaan dengan dorongan reaksi publik Korsel. (AFP/Tes/X-11)

BERITA TERKAIT