29 August 2019, 19:45 WIB

Jemaah Haji Indonesia Dapat Fasilitas Eyab di Madinah


Sitria Hamid dari Arab Saudi | Haji

JEMAAH haji Indonesia gelombang kedua akan mendapatkan layanan jalur khusus kepulangan atau Eyab di Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, pada Rabu (4/9) mendatang. Eyab di Bandara Madinah hanya diberikan kepada jemaah haji Indonesia, sebagai bentuk penghormatan atau apresiasi dari Pemerintah Saudi kepada Indonesia.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat, menyampaikan hal itu seusai meninjau langsung kesiapan layanan Eyab di Madinah, Arab Saudi, Kamis (29/8).

"Kami dipanggil oleh GACA (otoritas umum penerbangan sipil Arab Saudi) karena mereka menyampaikan rencana akan diterapkannya inovasi Eyab di Bandara Madinah pada saat pemulangan jemaah haji dari hotel di Madinah ke Bandara Madinah," kata Arsyad seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Sitria Hamid, dari Madinah.

Menurut dia, keberadaan layanan ini dinilai sebagai bentuk penghormatan atau apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi kepada institusi resmi penyelenggara haji Indonesia.

"Kita cukup bangga karena kita selalu dijadikan pilot project setiap inovasi yang dilakukan oleh pihak Arab Saudi," kata dia.

Sebelumnya, layanan Eyab di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, telah diberikan saat kepulangan jemaah haji Indonesia pada 17 Agustus lalu. Selain Indonesia, Malaysia dan India juga bisa menikmati fasilitas tersebut. Namun, di Madinah hanya diberikan bagi jemaah haji Indonesia.

Di Madinah, layanan Eyab diperuntukkan bagi 13.533 jemaah haji Indonesia dari 32 kelompok terbang (kloter). Angka ini dua kali lipat dibandingkan jemaah yang dilayani Eyab di Jeddah.

Pihak otoritas bandara menyebut Indonesia memiliki sistem pengaturan atau penyelenggaraan jemaah haji yang sangat baik. Hal tersebut yang membuat jemaah haji Indonesia memperoleh layanan Eyab pada tahun ini

Di Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, fasilitas Eyab berada pada Paviliun 5. Jemaah haji akan ditempatkan pada paviliun saat tiba di bandara. Sambil menunggu penerbangan, jemaah haji Indonesia bisa menikmati berbagai budaya Arab Saudi yang ditampilkan.


Baca juga: Angka Kematian Jemaah Haji 2019 Meningkat


Selanjutnya, jemaah haji dipersilahkan untuk masuk ke dalam bandara jalur penerbangan internasional. Melalui pemeriksaan imigrasi sebelum akhirnya masuk ke pesawat.

"Setelah imigrasi baru nanti custom atau bea cukai. Setelah itu masuk ke duty free kemudian menunggu panggilan pesawat," jelas Arsyad lagi.

Hal senada disampaikan Kepala Daker Madinah, Akhmad Jauhari, di Kantor Urusan Haji Indonesia di Madinah, Kamis (29/8), bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan fasilitas Eyab kepada jemaah haji gelombang kedua di Bandara Madinah.

"Jadi pada fase pemulangan gelombang kedua di Madinah ini akan ada 32 kloter dari embarkasi Jabar dan Surabaya diangkut Saudia Arabia nantinya akan dapatkan fasilitas Eyab pada saat kepulangannya nanti," kata Jauhari.

Menurut dia, yang membedakan antara jemaah yang menerima fasilitas Eyab dan tidak, antara lain adalah proses pemeriksaan imigrasi dan fasilitas ruang tunggu yang nyaman.

Jauhari menyebutkan bahwa untuk persiapan bagi jemaah haji yang akan kembali ke Tanah Air untuk proses pengiriman barang sama. Yakni, dilakukan 1x24 jam sebelum waktu take off.

"Hanya untuk klasifikasi yang akan mendapatkan Eyab ada tanda khusus. Sehingga nantinya ketika barang itu sampai sudah ketahuan mana yang gunakan fasilitas Eyab," jelasnya lagi. (OL-1)

BERITA TERKAIT