29 August 2019, 18:03 WIB

Pemerintah Targetkan Program B30 Diluncurkan September


Andhika prasetyo | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menargetkan program wajib pembauran 30% biodiesel (B30) dapat dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Ia mengatakan, saat ini uji coba B30 pada kendaraan tengah dijalankan dan akan rampung pada pertengahan September.

"Pengetesan B-30 akan selesai pertengahan September. Sejauh ini, tidak ada hal yang negatif. Mudah-mudahan kita bisa terapkan Oktober atau paling lambat November," ujar Darmin di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (29/8).

Baca juga: Jokowi Serahkan 3.800 Sertifikat Tanah untuk Warga Purworejo

Ia menyebut realisasi penggunaan B-20 sudah mencapai 97,5% sehingga perlu ada langkah lanjutan sesegera mungkin.

Penerapan B30, sambungnya, akan mengurangi impor bahan bakar solar yang mencapai tiga juta kiloliter per tahun.

Kebijakan itu juga diarahkan untuk memaksimalkan serapan minyak sawit di dalam negeri seiring banyaknya hambatan dagang yang diluncurkan negara-negara mitra terhadap komoditas tersebut.

Selain program wajib B30, perusahaan-perusahaan pengolahan sawit di Tanah Air kini juga telah memulai studi kelaikan untuk B100.

Untuk bisa menjalankan program tersebut, pemerintah memperkirakan biaya yang dibutuhkan akan mencapai US$20 miliar.

"Itu kami serahkan kepada swasta. Pemerintah tidak berinvestasi di situ. Ini kan juga upaya untuk mempertahankan agar komoditas kelapa sawit bisa terus digunakan," jelasnya.

Ia memperkirakan butuh waktu hingga empat tahun untuk menyempurnakan B100 dan menerapkannya secara publik.

"Itu bisa dilakukan asalkan ada komitmen investasi dan tidak menemui kendala berarti dalam penggunaan teknologi," tandas Darmin. (OL-8)

BERITA TERKAIT