29 August 2019, 17:30 WIB

Kasus Mantan Presiden Korea Selatan Kembali Disidangkan


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

AFP/STR
 AFP/STR
 Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye (kiri) diborgol dan pemegang hak waris Samsung Group, Lee Jae-yong (kanan) jelang disidang.

MAHKAMAH Agung Korea Selatan menolak hukuman yang dijatuhkan kepada mantan presiden, Park Geun-hye, terkait skandal besar yang membuatnya tersingkir dari kursi kekuasaan. Pengadilan tertinggi memerintahkan kasus tersebut untuk kembali disidangkan.

Park dinyatakan bersalah pada April 2018, atas kasus suap dan penyalahgunaan kekuasaan. Dia dijatuhi hukuman 24 tahun penjara, yang kemudian diperpanjang 12 bulan. Akan tetapi, Mahkamah Agung memutuskan bahwa vonis terpisah harus memenuhi tuduhan suap.

"Kami kembali mengirimkan kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi Seoul," ujar kepala pengadilan, Kim Myeong-su.

Pross peradilan pertama Park berlangsung 10 bulan, yang menyoroti hubungan gelap antara bisnis berskala besar dan politik di Korea Selatan. Park dan rekan dekatnya, Choi Soon-sil, dituduh menerima suap dari petinggi perusahaan, sebagai imbalan atas perlakuan istimewa.

Park, berusia 67 tahun, memboikot sebagian besar laporan persidangan, karena memprotes penahanan. Pada April 2018, dia dihukum atas tuduhan menerima uang suap lebih dari US$ 20 juta dari sejumlah konglomerat. Tidak hanya itu, dia dituding membagikan dokumen rahasia negara, "daftar hitam" artis yang kritis terhadap kebijakannya, serta memecat beberapa pejabat yang melawan penyalahgunaan kekuasaan.

Media Korea Selatan memperingatkan bahwa putusan pada Kamis (29/8), mungkin tidak akan menguntungkannya. Terkesan Park akan dihukum dalam dua putusan terpisah, dengan masa hukuman lebih lama.

Anak perempuan dari diktaktor Park Park Chung-hee, menjabat pada 2013 lalu, sebagai ikon konservatif dengan peran putri bangsa yang tidak terikat pada siapapun. Kurang dari empat tahun kepemimpinan, Park dituduh bersalah. Semua kekuatannya diambil, dan digulingkan dari jabatan. Hal itu tidak lepas dari protes massa selama berbulan-bulan, yang memenuhi penjuru negeri. Pengganti Park yang condong ke kiri, Moon Jae-in, berhasil meraih kekuasaan dengan dorongan reaksi publik.(AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT